Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Tiga Tahun Becek dan Berlubang, Pedagang Pasar Sentral dan Pasar Pagi Kotabumi...

Tiga Tahun Becek dan Berlubang, Pedagang Pasar Sentral dan Pasar Pagi Kotabumi Mengeluh

79
BERBAGI
Jalan di Pasar Sentral Kotabumi becek dan berlubang.

Feaby | Teraslampung.com‎

Kotabumi — Sejumlah pedagang di Pasar Sentral dan Pasar Pagi Kotabumi, Lampung Utara, mengeluhkan kondisi jalan yang becek dan berlubang yang hingga kini tak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Lampung Utara.

‎”Jalanan di sini sudah banyak yang berlubang dan becek di sana – sini. Kondisi seperti ini sudah berlangsung sekitar tiga tahun belakangan ini,” kata Maryana, salah seorang pedagang sayuran di pasar Sentral, Minggu (24/7).

Akibat kondisi pasar seperti ini, menurut dia, para pedagang dan pembeli merasa sangat terganggu kenyamanannya saat beraktivitas. Bahkan, tak jarang para pembeli maupun pedagang mengalami kecelakaan karena kondisi jalan becek dan penuh lubang.

“Karena sering terjadi kecelakaan, para pedagang menambal ‎lubang – lubang itu seadanya dengan bebatuan kecil atau dengan batok kelapa,” tuturnya.

Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di pasar pagi, Kotabumi. Kondisi jalan selalu becek khususnya jalanan di sekitar pedagang ikan. Beceknya jalan ini dikarenakan tak ada saluran drainase sehingga para pedagang terpaksa membuang air limbah mereka di jalanan.‎‎

“Di sini tak ada selokan untuk menyalurkan air. Jadi, mau enggak mau, kami membuang air ke jalan,” kata Iin, pedagang ikan di pasar pagi, Kotabumi.

Pasar Pagi Kotabumi becek.
Pasar Pagi Kotabumi becek.

Iin menuturkan, ia dan pedagang lainnya bukannya tak mengerti akan dampak buangan air limbah di jalan di sekitar mereka. Selain becek, daerah sekitar juga akan mengeluarkan aroma tak sedap akibat air limbah mereka. Namun, karena saluran drainase memang tak tersedia, mereka terpaksa melakukan hal itu tiap harinya.

“Pedagang lainnya seperti tukang parut kelapa juga sering melakukan itu tiap harinya. Mestinya dibuatkan saluran drainase di sini agar jalan ini tak lagi becek,” kata dia.

Baik Maryana maupun Iin berharap Pemkab melalui instansi terkait dapat segera membenahi kekurangan yang mereka keluhkan selama ini. Mereka khawatir jika dagangan mereka akan sepi pembeli jika kondisi jalan yang becek dan berlubang ini terus dibiarkan tanpa ada pembenahan.