Beranda Hukum Kriminal Tiga Tahun Buron, Tersangka Pembunuh Pemilik Warung Dibekuk di Bogor

Tiga Tahun Buron, Tersangka Pembunuh Pemilik Warung Dibekuk di Bogor

153
BERBAGI
Tersangka pembunuh Bambang, Nasir, ditembak kakinya oleh petugas. Nasir membunuh pemilik warung itu dengan memukulkan cobek batu ke kepala korban.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, meringkus M Nasir (42) buronan pembunuh Bambang Irawan (40) yang tewas dengan luka hantaman benda tumpul (cobek) di kepala hingga hancur. Warga Banding Agung, Talang Padang, Tanggamus tersebut, di tangkap polisi di tempat persembunyiannya di Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (14/3/2017) lalu.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono, dalam ekspos kasus, Rabu (22/3/2017) mengatakan petugas menangkap Nasir tersangka pembunuhan yang buron selama tiga tahun, di tempat persembunyiannya di daerah Bogor, Jawa Barat.

“Tersangka terpaksa dilumpuhkan kedua kakinya dengan timah panas, karena berusa melawan petugas dan melarikan diri saat akan ditangkap,”ujarnya, Rabu (22/3/2017).

Dikatakannya, tersangka Nasir adalah buronan pembunuh Bambang Irawan (40) warga Way Halim yang tewas degan hantaman benda tumpul berupa cobek dan ulekan di kepala hingga hancur, pada Kamis malam (27/11/2014) silam.

BACA: Bambang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di dalam Warung

“Tersangka Nasir menghabisi nyawa Bambang di dalam warung korban di depan Chandra Mart Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Panjang Utara,”ungkapnya.

Menurutnya, usai membunuh korban, tersangka Nasir melarikan diri dan bersembunyi di daerah Bogor, Jawa Barat.

Diberitakan sebelumnya, korban Bambang Irawan (40) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam warung miliknya di depan Chandra Mart di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Panjang Utara, Kamis (27/11/2014) silam.

Penemuan jasad korban, berawal dari kecurigaan pihak keluarganya. Karena pada saat itu, warung Bambang seharian terlihat tutup tidak seperti biasanya. Karena dilihatnya merasa janggal, pihak keluarga bersama warga setempat mendobrak warung tersebut.

Ketika pintu warung berhasil dibuka, keluarganya dan warga melihat Bambang sudah tewas bersimbah darah dan kepalanya hancur akibat hantaman benda tumpul.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tim Inafis Polresta Bandarlampung, didekat tubuh korban polisi menemukan batu cobek dan ulekan. Kedua benda tersebut, diduga yang dipakai tersangka untuk menghabisi nyawa korban dengan memukul kepala korban dengan cobek batu hingga hancur.