Beranda Teras Berita Tiga Terdakwa Korupsi Proyek Pembangunan Makam Divonis Ringan

Tiga Terdakwa Korupsi Proyek Pembangunan Makam Divonis Ringan

245
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi vonis hakim

BANDARLAMPUNG – Tiga terdakwa kasus korupsi kegiatan pembangunan makam pangeran Muhamad Ali di Desa Wiralaga, Kabupaten Mesuji tahun 2012 senilai Rp195 juta, dihukum masing-masing satu tahun penjara. Mereka adalah Periwansyah (kontraktor) , Tanzil (pejabat pembuat komitmen) dan Eko Septrianto (konsultan pengawas). Hal itu terungkap dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang, Senin (13/7).

Selain hukuman badan, ketiganya juga dijatuhi denda sebesar Rp50 juta, subsider enam bulan kurungan. Sementara untuk uang pengganti telah dikembalikan oleh para terdakwa.

“Mengadili, menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun kepada masing-masing terdakwa dikurangi masa tahanan yang telah dijalani,” ujar majelis hakim yang dipimpin Sutadji saat membacakan putusannya, Senin (13/7).

Menurut Sutadji, ketiganya dinyatakan telah terbukti secara sah bersalah melanggar Pasal 3 UU RI No.35 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ia menuturkan, hal yang memberatkan para terdakwa yakni tidak mengindahkan program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan yang meringankan, adanya pengembalian seluruh kerugian negara dari para terdakwa.

Atas vonis tersebut, para terdakwa menyatakan terima. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), I Kadek menyatakan pikir-pikir. Sebab, sebelumnya Kadek menuntut ketiga terdakwa masing-masing selama satu tahun enam bulan penjara.

Perbuatan yang dilakukan para terdakwa bermula saat Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mesuji tahun 2012 mendapat kegiatan untuk membangun monumen dan area pemakaman dengan nilai sebesar Rp947 juta lebih yang bersumber dari APBD Mesuji. Lalu, Kepala Dinas PU Mesuji, Isnawardi Ibrahim yang juga selaku Kuasa Pengguna Anggaran, menunjuk Tanzil sebagai PPK.

Mengetahui ada proyek, Periwansyah meminjam perusahaan milik Kasraji yaitu CV Angkasa Jaya Indah untuk mengikuti lelang. Dan proses lelang dimenangkannya. Selanjutnya, Periwansyah dan Tanzil menandatangani surat perjanjian kontrak pembangunan monumen dan area pemakaman dengan jangka waktu pengerjaan sejak 26 Juli 2012 hingga 15 November 2012 dengan nilai kontrak Rp943 juta.

Namun, saat pengerjaan pembangunan, Tanzil kembali mengajukan pekerjaan tambah-kurang dengan alasan gambar rencana tidak sesuai kebutuhan dilapangan dan merubah desain dengan menunjuk Eko Septrianto. Ternyata, pada kegiatan itu ketiganya tidak pernah melaksanakan pengukuran ulang dan tidak pernah melaksanakan rapat pembahasan pekerjaan tambah kurang.

Meskipun pengerjaan pembangunan selesai dan pembayaran sudah 100 persen, namun pelaksanaannya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), sebagaimana laporan Pemeriksaan Volume Pekerjaan, seperti pekerjaan Talud, Badan Jalan, Siring, Gapura, dan Pagar Keliling.