Beranda Hukum Tiga Terdakwa Pembunuh Siswa SMKN 2 Bandarlampung Dijerat Pasal Berlapis

Tiga Terdakwa Pembunuh Siswa SMKN 2 Bandarlampung Dijerat Pasal Berlapis

219
BERBAGI
Dalam rekonstuksi pembunuuuhan siswa SMKN 2 Bandarlampung di rumah paman tersangka, Senin (14/3), adaegan ke-40 ini merupakan salah satu adegan yang membuat terenyuh. Ketika sudah dalam kondisi tidak berdaya setelah ditusuk dari arah depan sehingga korban kemungkinan sudah meninggal, pelaku masih menusuk bagian belakang tubuh korban.

Zainal Asikin/Teraslamung.com

BANDARLAMPUNG – Sidang perdana tiga terdakwa pembunuhan terhadap Dwiki Dwi Sopian (17) pelajar SMKN 2 Bandarlampung, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rama Erfan, mendakwa tiga terdakwa pembunuhan, KR, RH dan IAP dengan Pasal berlapis. Dakwaan tersebut dibacakan, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu siang (30/3/2016).

Usai persidangan, Kepala Seksi Intel Kejari Bandarlampung, Andri mengutarakan, sidang ketiga terdakwa pembunuhan tersebut prosesnya akan belangsung dengan cepat. Kelanjutan sidangnya, akan dilanjutkan pada Kamis (31/3/2016). Hal tersebut dikarenakan, masa penahanan para terdakwa yang masih dibawah umur terbatas.

“Ya sidangnya akan dilanjutkan Kamis besok (31/3), dengan agenda saksi dari orang tua korban dan tiga tersangka lainnya, dan saksi yang berada di lokasi TKP. Karena pekan depan, para terdakwa akan menjalani ujian nasional (UN),”terangnya.

Dikatakannya, dalam dakwaan Jaksa Rama Erfan, ketiga terdakwa KRF, RH, dan IAP didakwa dengan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 170 ayat (2) ke-3 tentang pengeroyokan.

“Selain itu juga, ketiga terdakwa dijerat Pasal 80 ayat (3) UU RI No.35 Tahun 2014 Jo UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,”jelasnya.

Selain ketiga tersebut yang sudah menjalani sidang perdana, masih ada tiga tersangka lain, OR, FR dan DN. Berkas perkara ketiganya, masih dalam tahap penyidikan kepolisian untuk segera dilengkapi.

Dalam persidangan yang dipimpin Hakim Yus Enidar, petugas hanya mengizinkan satu orang keluarga dari masing-masing terdakwa masuk ke dalam ruangan untuk menyaksikan persidangan. Pengunjung yang ingin menyaksikan jalannya persidangan, dari keluarga, kerabat korban.

Mereka hanya bisa berkumpul di luar ruangan sidang Pengadilan Negeri Tanjungkarang, lalu menyoraki ketiga terdakwa pelaku pembunuhan, KR, RH dan IAP dengan teriakan. “Hukum mati saja mereka karena pembunuh sadis!

Kuasa hukum terdakwa RH dan IAP, Bey Sujarwo mengatakan, Pihaknya tidak akan mengajukan eksepsi terhadap dakwaan jaksa.

“Ini merupakan peradilan cepat, terdakwa juga harus menjalani ujian prakter dan UN. Sehingga hak-hak terdakwa, harus dilindungi,”kata dia.

Bey Sujarwo mengatakan, menurut jaksa ketiga terdakwa memiliki perannya masing-masing dalam kasus pembunuhan Dwiki. Seperti siapa peran pelaku utama, turut membantu atau hanya membiarkan anak membutuhkan pertolongan.

“Menanggapi dakwaan itu, kami akan mengajukan pembelaan setelah mendengarkan saksi dan fakta dalam persidangan,”kata di.

Dwiki Dwi Sopian pelajar SMKN 2 Bandarlampung tewas dengan 107 luka tusukan ditubuhnya. Jasad Dwiki ditemukan oleh warga, dipingiran kebun di Jalan Raden Imba Kesuma, Kelurahan Sumur Putri,Telukbetung Selatan, 7 Maret 2016 lalu.

Dwiki dibunuh oleh tersangka KR dan dibantu oleh kelima rekannya, DN, IAP, RH, OR dan FR. Dari keenam tersangka tersebut, tersangka KR merupakan eksekutor yang menusuk Dwiki sampai 107 tusukan menggunakan senjata tajam pisau dan pedang.

Sementara tersangka RH, berperan yang memberitahukukan KR mengenai keberadaan Dwiki dan peran IAP yang memberikan pisau kepada KR dan digunakan untuk menusuk Dwiki.