Tiga Warga Lamsel Terjangkit DBD

  • Bagikan

Iwan J Sastra/Teraslampung.com


Nyamuk iides Aegypti (ilustrasi)

KALIANDA – Kasus demam berdarah dangue (DBD) di Kabuaten Lampung Selatan nampaknya tidak pernah berhenti, malah terus terjadi. Buktinya, di awal Januari tahun ini saja tercatat sudah 3 (tiga) warga yang terkena  penyakit DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aides Agepty tersebut.

Tiga warga yang dinyatakan positif terjangkit penyakit DBD ini terdapat di dua kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan yakni Kecamatan Sragi 2 orang dan Kecamatan Way Panji 1 orang.

Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan Penyakit (P2) Sumantri, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Jimny Hutapea mengatakan, awal tahun 2015 sudah terdapat tiga warga yang positif DBD.

“Satu warga di Kecamatan Way Panji dan dua warga lagi di Kecamatan Sragi,” ujar Sumantri, kepada Teraslampung.com, diruangkerjanya, Kamis (15/1).

Sumantri mengungkapkan, menurut data yang ada di Dinas Kesehatan Lamsel, kasus penyakit DBD di Kabupaten Lamsel pada bulan November 2014 tercatat 17 kasus, bulan Desember 23 kasus dan Januari 2015 tercatat 3 kasus.

“Terhitung dari bulan November 2014 hingga Januari 2015 sudah tercatat 43 kasus DBD yang terjadi di sejumlah kecamatan di Lampung Selatan. Dari jumlah tersebut, yang paling tinggi atau rawan kasus DBD ini ada di wilayah Kecamatan Jati Agung dan Natar, sebab dua kecamatan tersebut memang terkenal padat penduduknya,” ungkapnya.

Dia menuturkan, untuk menanggulangi kasus DBD diwilayah Lampung Selatan, pihak Dinas Kesehatan sudah mengupayakan dengan cara melakukan tindakan pogging (penyemprotan, red), disejumlah wilayah yang terkena wabah penyakit DBD.

“Petugas kami sudah mengupayakan melakukan tindakan pogging ditempat yang terkena DBD. Pogging dilakukan dengan jarak 100 meter dari titik yang terkena wabah DBD,” jelasnya.

Selain melakukan pogging, lanjutnya, petugas Dinas Kesehatan juga secara gencar melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang cara-cara penanganan dan pencegahan DBD kepada masyarakat, dengan membiasakan 3 M yakni menguras, menimbun dan menutup.

“Membiasakan penerapan 3M, adalah salah satu cara terbaik dalam mencegah berkembang biaknya nyamuk Aides Agepty dilingkungan tempat tinggal. Sebab biasanya, nyamuk aides agepty tersebut paling suka ditempat yang bersih. Bahkan, berkembang biaknyapun suka di air yang tergenang, jernih dan bersih,” katanya.

  • Bagikan