Beranda News Pusiban Tim 10 KPS Way Seputih Raih Penghargaan Kalpataru

Tim 10 KPS Way Seputih Raih Penghargaan Kalpataru

164
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM —Tim 10 KPS Way Seputih dari Kampung Konservasi Pekandangan, Kecamatan Pubian meraih penghargaan Kalpataru kategori Perintis Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Lampung Tengah. Penghargaan diserahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Genta Suri Muda,Jumat lalu (3/5/2019).

Menurut Suri Muda, penghargaan Kalpataru kepada Tim 10 KPS Way Seputih untuk mengapresiasi karena telah ikut serta dalam upaya penanganan dan aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah Hulu DAS Way Seputih.

“Harapannya dengan diraihnya Penghargaan Kalpataru ini semoga TIM 10 KPS Way Seputih bisa lebih memotvasi lagi kepada diri masing-masing untuk lebih giat lagi dala upaya-upaya melestarikan lingkungan hidup khususnya DAS Way Seputih,”katanya.

TIM 10 KPS Way Seputih sejak awal berdiri pada tahun 2015. Hingga kini terus bergerak dan berkomitmen melakukan aksi-aksi nyata seperti menanam pohon secara rutin setiap 2 bulan 1 kali di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Seputih dengan bibit pohon kayu lokal, buah-buahan, pohon Aren dan Bambu untuk berfungsi mencegah abrasi dan mendukung pemulihan bantaran sungai.

“Kami memilih jenis pohon yang ditanam seperti pohon Bambu dan Pohon Aren adalah selain sebagai penahan abrasi wilayah sempadan sungai juga harapan ke depannya bahwa pohon aren tersebut untuk mempersiapkan bahan produksi pembuatan gula aren seperti halnya yang sudah dilakukan masyarakat Kampung Konservasi Pekandangan saat ini. Lalu pohon Bambu dengan jenis yang kita ambil adalah jenis bamboo rebung selain memiliki daya tahan yang kuat untuk menahan abrasi juga rebungnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, sehingga bisa menjadi penghasilan tambahan sendiri untuk masyarakat,”kata M.Nasihin, Ketua Tim 10 KPS Way Seputih.

Tidak hanya menanam pohon, TIM 10 KPS Way Seputih dalam aksi nyatanya juga melakukan pembinaan kepada masyarakat tentang pengelolaan produk gula aren sebagai produk lokal unggulan Kampung Konservasi Pekandangan.

Mereka juga telah membuat Daerah Perlindungan Sungai (DPS)/ Sungai Larangan Way Seputih dan sekaligus telah ditaburi Bibit Ikan sebanyak 80.000 bibit ikan dengan lima  jenis bibit ikan. Antara lain nila, lele, tawes, nilem, dan jelawat.

“Bibit ikan tersebut diperoleh dari bantuan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lampung Tengah, juga dari sumbangan warga sekitar,”katanta.

Daerah Perlindungan Sungai (DPS)/ Sungai Larangan Way Seputih ini bertujuan untuk : Memberikan inspirasi bagi masyarakat sekitar dan khususnya masyarakat Kampung Konservasi Pekandangan untuk menjaga Daerah Perlindungan Sungai (DPS) serta  mengajak masyarakat untuk mengingatkan kembali budaya “bulak”.Yaitu pola kearifan lokal, melindungi sungai dari kerusakan, membuat penangkaran atau tempat pemijahan ikan, mengembangkan wisata air, dan mengembangbiakkan kembali ikan ciri khas sungai Way Seputih yang sudah hampir punah.

Kepunahan ikan-ikan tersebut dikarenakan 10 tahun terakhir disebabkan oleh ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab yang mengambil ikan dengan cara yang tidak ramah lingkungan yaitu dengan cara menggunakan setrum dan putas.

Menurut Nasihin, Kampung Konservasi Pekandangan merupakan hulu dari sungai Way Seputih.Hal itu membuat Kampung Konservasi Pekandangan menjadi kampung penyangga sungai Way Seputih. Maka dari itu kami yang berada dihulu mempunyai peran penting terhadap keberadaan dan kelestarian sungai Way Seputih.

“Kita sebagai manusia hidup berdampingan dengan alam dan bahwa alam merupakan bagian dari identitas manusia, untuk itu kami mengajak kepada masyarakat mari secara bersama melakukan aksi nyata dalam melestarikan alam dan ingkungan. Sudah saatnya kita satu kesatuan dengan alam,” katanya.

Loading...