Beranda News Nusantara Tim Aksi Cepat Tanggap Evakuasi Korban Meninggal di Donggala

Tim Aksi Cepat Tanggap Evakuasi Korban Meninggal di Donggala

323
BERBAGI
Tim ACT mengevakuasi korban meninggal akibat gempa di Kabupaten Donggala,Sulawesi Tengah.

TERASLAMPUNG.COM — Gempa tektonik berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) pukul 18.02 WITA menelan ratusan korban jiwa. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun langsung turun ke lokasi untuk melakukan evekuasi pada korban.

Dalam perjalanan menuju Kabupaten Donggala, Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengevakuasi sejumlah jenazah korban terdampak tsunami. Korban ditemukan persis di pesisir Teluk Palu. Terhempas di reruntuhan, tidak jauh dari sisi jalur Trans Sulawesi sekitar pukul 10.30 WITA.

“Dikabarkan warga, ditemukan jenazah seorang perempuan. Diduga saat terjadi gempa, jalanan macet lalu terjadi tsunami dan tidak bisa menghindar. Bahkan jenazah ditemukan masih menggunakan helm,” jelas anggota Tim Emergency Response (ER) – ACT, Lukman Solehudin, Minggu (30/9)

Jenazah kemudian diserahkan tim kepada pihak kepolisian dan ambulans yang melintas untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

Lukman mengabarkan, proses evakuasi jenazah saat ini masih banyak mendapati kendala, di antaranya tidak tercukupinya kantung jenazah, kelangkaan bahan bakar minyak, air bersih, bahkan kendaraan evakuasi pun terjebak macet.

“Kami di sini (Donggala) dengan warga banyak menemukan titik-titik penemuan jenazah, sedangkan relawan masih terbatas. Dengan luas dan banyaknya korban, belum bisa tertangani. Terkait kendaraan juga belum memadai. Ambulans beberapa kali lewat tapi ternyata juga sudah membawa jenazah. Kantong jenazah juga kurang, sedangkan kondisi macet, bbm tidak ada. Alat pengangkut tidak sepenuhnya ada,” papar Lukman.

Ia juga menjelaskan, sejumlah jenazah akhirnya terpaksa dibawa dengan mobil bak terbuka. Saat ini tim ER-ACT masih berada di Jalur Trans Sulawesi, Kabupaten Donggala, tepatnya di sisi Timur Teluk Palu.

Hingga Ahad (30/9) siang tim ACT telah menurunkan tim yang terbagi di tiga titik. Ada tim ER-ACT yang menuju Donggala dari Gorontalo, tepatnya saat ini berada di sebelah timur teluk, tim MRI-ACT dari Mamuju ada di Donggala sebelah barat teluk, dan 23 orang beserta 1 medis tim MRI-ACT dari Sulsel di Kota Palu.

Partnership ACT Lampung Cahyo Prabowo menjelaskan pagi ini (30/09) beberapa komunitas mulai bergerak menggalang donasi kemanusiaan untuk korban terdampak gempa Palu dan Donggala.

Relawan dari Mister Global Lampung beraksi di Car Free Day Tugu Adipura sedangkan Komunitas Ruang Sosial menggalang donasi di sekitar Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung.

“Penggalangan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Lampung terhadap bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala. Saat ini tim Emergency Responce sedang fokus evakuasi korban sambil mendata kebutuhan logistik, insyaallah dana yang terkumpul akan digunakan untuk operasional dan pemenuhan logistik di sana,”katanya.

Loading...