Beranda Hukum Kriminal Tim Batman Polda Lampung Ringkus Tiga Bandit “Perampas” Belasan Kardus Susu Formula

Tim Batman Polda Lampung Ringkus Tiga Bandit “Perampas” Belasan Kardus Susu Formula

1130
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kepala Unit Tim Babat Preman (Batman) Subdit III Ditreskrimum Polda Lampung, Iptu Ferdiansyah (paling kiri) bersama Kapolsek Natar, Lampung Selatan Kompol Yustam Dwi Heno saat memperlihatankan ketiga tersangka bandit jalanan pelaku curas, Minggu (12/7/2015).

BANDARLAMPUNG-Tim Babat Preman (Batman) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung dan Polres Way Kanan, berhasil meringkus tiga bandit jalanan pelaku penggelapan dengan modus pencurian dengan kekerasan (curas), Minggu (12/7) sekitar pukul 02.30 WIB. Polisi menangkap ketiga pelaku di dua tempat berbeda, yakni di jalan lintas Metro dan di rumah pelaku di wilayah Natar, Lampung Selatan.

Ketiga pelaku yang ditangkap berinisial, Riki Aulia (32), Agus Ridwan (26) guru honorer SD keduanya warga Natar, Lampung Selatan dan tersangka Dedi Urwandi (36) warga Metro.

Penangkapan para bandit jalanan tersebut, dipimpin Kasubdit III Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ruli Andi Yunianto dan Panit Tim Babat Preman (Batman) Subdit III Ditreskrimum Polda Lampung, Iptu Ferdiansyah.

Direktur Reserse Kriminal Polda Lampung, Kombes Pol Purwo Cahyoko melalui Kasubdit III Ditkrimum Polda Lampung, AKBP Ruli Andi Yunianto mengatakan, ketiga pelaku yang diamankan merupakan DPO bandit jalanan spesialis pelaku penggelapan dengan modus pencurian dengan kekerasan (curas).

Dari hasil penyelidikan, tim Batman Polda Lampung dan Polres Way kanan berhasil menangkap tersangka DI di jalan lintas Metro. Selanjutnya, petugas kembali menangkap dua tersangka, RA dan AR. Keduanya ditangkap dirumahnya masing-masing di daerah Natar, Lampung Selatan.

Barang bukti yang disita sebanyak 16 kardus susu formula dan satu unit mobil Xenia.

“Penangkapan ketiga pelaku, hasil pengembangan dari tersangka, Hery Cahyo sopir serep yang tertangkap lebih dulu oleh Polsek Gunung Labuhan, Waykanan, pada pada Selasa (7/7/2015) lalu dan berdasarkan atas laporan polisi nomor : LP /110 /v11/2015/LPG /RES WK / SEK GULA, tentang tindak pidana penggelapan dengan modus pencurian dengan kekerasan (curas),”kata Ruli, Minggu (12/7).

Dari hasil pemeriksaan, Ruli menjelaskan, ketiga tersangka mengaku baru sekali melakukan aksi pencurian dan tersangka Riki Aulia merupakan otak pelaku pencurian. Saat menjalankan aksinya, para pelaku bekerjasama dengan sopir truk ekspedisi susu formula berinisial P saat ini masih buron (DPO).

Ratusan kardus susu formula milik PT. Tigaraksa Satria tersebut, rencananya akan dibawa ke daerah Bagan Batu, Pekan Baru, Riau. Ketika di tengah perjalanan, para pelaku menurunkan beberapa kardus susu formula di sekitar babrik batu pada malam hari. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian senilai Rp 250 juta.

“Modus pencuriannya, para tersangka membuntuti mobil truk yang bermuatan ratusan kardus susu formula mulai dari Bandarjaya (Lampung Tengah) sampai di Gunung Labuhan, Way Kanan. Mereka berpura-pura mengikat sopir dengan tali tambang, dan menutupi matanya menggunakan lakban. Sopir ini berpura-pura menjadi korban pencurian dan diturunkan di hutan,”terangnya.

Ruli memaparkan, Polsek Gunung Labuhan, Way Kanan sebelumnya sempat menggerebek para pelaku ketika sedang menurunkan barang-barang hasil curian beberapa kardus susu formula SGM di sekitar pabrik batu yang sudah tidak terpakai, pada Selasa (7/7) sekitar pukul 04.30 WIB.

Namun pada saat akan ditangkap, empat pelaku berhasil kabur melarikan diri menggunakan mobil Xenia warna merah maroon. Sementara satu orang pelaku berinisial Heri Cahyo (sopir serep) warga Lamongan, Jawa Timur yang berhasil diamankan.

“Para pelaku kabur dan meninggalkan satu unit mobil truk dan mobil Toyota Avanza hitam, dari dalam mobil tersebut ditemukan satu pucuk senjata api rakitan dan lima butir amunisi. Barang bukti lain yang diamankan, 302 kardus susu formula, beberapa karung, lakban, sebilah senjata tajam dan tali tambang,”terangnya.

Ditambahkannya, selain keempat pelaku yang sudah diamankan, masih ada pelaku lain yang saat ini masih buron (DPO) yakni berinisial P dan E.

“Untuk proses penyidikan lebih lanjut, saat ini dilakukan oleh Sat Reskim Polres Waykanan,”tandasnya.

Loading...