Beranda Hukum Tim Dokter Forensik Polda Lampung: Jaringan Tulang di Kepala Yogi Andika akan...

Tim Dokter Forensik Polda Lampung: Jaringan Tulang di Kepala Yogi Andika akan Diperiksa

448
BERBAGI
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, Kompol Faizal Zulkarnaen saat berikan keterangan terkait autopsi jasad Yogi Andika yang diduga menjadi korban pembunuhan.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Makam jenazah Yogi Andika (32) dilakukan pembongkaran dan dilakukan autopsi oleh petugas Polres Lampung Utara bersama tim dokter forensik Polda Lampung di TPU Umbul Senen belakang SDN 01 Perumahan Way Kandis, Tanjung Seneng, Bandarlampung, Kamis 12 April 2018 sekitar pukul 09.30 WIB.

Dalam pelaksanaan autopsi tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara polda Lampung Kompol Faizal Zulkarnaen. Saat dilakukannya autopsi tersebut, berlangsung tertutup untuk umum dan selesai dilakukannya autopsi empat jam kemudian sekitar pukul 11.30 WIB.

“Kami dari tim forensik Polda Lampung, melaksanakan pembongkaran makam Yogi dan melakukan autopsi terhadap jasad Yogi atas permintaan dari keluarga korban. Pihak keluarga korban menilai, Yogi meninggal dunia akibat mengalami kekerasan fisik dengan sejumlah luka memar disekujur tubuhnya dan bagian kepala,”kata Kompol Fazal Zulkarnaen saat ditemui usai melakukan autopsi, Kamis 12 April 2018.

Menurut Faizal, dokter yang melakukan autopsi terhdapa jasad Yogi tadi, ada tiga orang dokter.

BACA: Diduga Meninggal karena Dianiaya, Makam Yogi Andika Dibongkar

Faizal mengutarakan, ada beberapa sampel tulang yang diambil oleh pihaknya saat dilakukannya autopsi tersebut. Bagian tubuh yang diambil, yakni tulang yang ada di area kepala, tulang-tulang itu nantinya akan dilakukan pemeriksaan jaringan menggunakan pantologi anatomi.

“Untuk pemeriksaan jaringan, akan dibawa ke Rumah Sakit Umum abdul Moeloek. Mengenai hasilnya, baru akan diketahui dengan membutuhkan waktu sekitar dua minggu,”terangnya.

Ditegaskannya, tujuan dilakukannya autopsi tersebut, untuk memeriksa apakah benar adanya tanda-tanda kekerasan yang ada ditubuh alamarhum Yogi.

Sementara Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Syahrial saat akan dimintai tanggapannya terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap korban Yogi Andika hingga mengakibatkan meninggal dunia, perwira ini enggan memberikan komentarnya.

“Yang jelas, dilakukannya autopsi ini atas permintaan keluarga almarhum Yogi,”singkatnya sembari tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan lokasi autopsi.

BACA JUGA: Makam Anaknya Dibongkar, Ibunda Yogi Andika: Kami Minta Keadilan dan Pelaku Ditangkap