Beranda Hukum Narkoba Tim Gabungan Polda Lampung Ringkus Empat Terduga Pengedar Narkoba di Kecamatan Tegineneng

Tim Gabungan Polda Lampung Ringkus Empat Terduga Pengedar Narkoba di Kecamatan Tegineneng

824
BERBAGI
Penggerebekan terduga bandar dan pengedar narkoba di Desa Negara Ratu, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, Jumat (28/4/2017).

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Hari kedua digelarnya Operasi Anti narkotika (Antik), ratusan personel gabungan Polda Lampung menggerebek rumah para terduga pengedar dan bandar narkoba yang sudah menjadi target operasi (TO) di Desa Negara Ratu, Gunung Sugih Baru dan Kejadian, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran. Jumat (28/4/2017) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Dari penggrebekan di tiga desa tersebut, petugas hanya menangkap empat tersangka terduga pengedar narkoba dari 10 orang yang sudah menjadi target operasi (TO). Kuat dugaan, bahwa operasi tersebut telah bocor.

Empat orang terduga pengedar narkoba yang ditangkap tersebut adalah, Bayhaki (22) dan Firdaus Basroni (34), keduanya adalah kakak beradik warga Negara Ratu; Rifai (22) dan Antonius (38), keduanya warga Desa Gunung Sugih Baru.

Dari penangkapan para tersangka, petugas menyita barang bukti, satu paket sedang sabu-sabu, dua bundel plastik klip bening, telepon genggam, kartu ATM BRI, seperangkat alat isap (bong), uang tunai Rp 1,3 juta dan satu unit mobil.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Abrar Tantulanai mengatakan, dari hasil gelar operasi Antik yang digelar hari ini, pihaknya menangkap empat orang terduga pengedar narkoba di dua Desa Negara Ratu dan Gunung Sugih Baru, Tegineneng, Pesawaran. Keempat pelaku tersebut adalah, Bayhaki, Firdaus Basroni, Rifai dan Antonius.

Meski hasilnya tidak seperti yang diharapkan, kata Abrar, namun giat ini penting sebagai Show of Force.
Selama digelarnya Operasi Antik ini, pihaknya akan terus rutin memasuki beberapa wilayah lain yang disinyalir menjadi tempat-tempat maraknya peredaran narkoba di Lampung.

“Hasil giat Operasi Antik pagi ini, ada empat yang diamankan dan menyita barang bukti sabu-sabu, alat isap (bong), uang tunai Rp 1,3 juta dan lainnya,”ujarnya saat diwawancarai di lokasi penggrebekan, Jumat (28/4/2017).

Menurutnya, penangkapan keempat terduga pengedar narkoba tersebut, merupakan sudah menjadi target operasi (TO) pihaknya selama ini. Selanjutnya, para tersangka akan diproses sesuai hukum dan kasusnya akan dikembangkan.

Mantan Kapolres Lampung Timur ini mengutarakan, penggrebekan yang dilakukan di tiga Desa Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran tersebut diduga telah bocor. Hal tersebut terbukti, dari beberapa rumah yang sudah jadi target operasi (TO) para pengedar maupun bandar narkoba, kondisinya sudah kosong. Petugas tidak mendapati TO pelaku tersebut, bahkan istri dan anaknya pun sudah pergi dari rumahnya.

“Saya menduga, ada orang dalam sendiri yang membocorkan operasi ini. Bayangkan saja, rencana yang sudah disusun jauh-jauh hari hasilnya kurang memuaskan dan hanya capek saja. Ini jadi PR buat saya, agar tidak percaya begitu saja,”ungkapnya.

Saat disinggung mengenai adanya orang dalam yang diduga telah membocorkan operasi tersebut, Abrar mengatakan, bahwa dirinya akan menyelidikinya.

Ditegaskannya, selama 14 hari digelarnya Operasi Antik ini, pihaknya akan terus melakukan penyisiran terhadap para pengedar dan bandar narkoba, di beberapa daerah lainnya yang sudah menjadi TO dan non-TO.

Pantauan teraslampung.com dilokasi, dalam gelar operasi Antik tersebut, diterjunkan anggota gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba, Brimob dan Sabhra Polda Lampung bersenjata lengkap dan dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Abrar Tantulanai.

Mantan Kapolres Lampung Timur ini membagi anggota menjadi tiga tim, dengan menargetkan menangkap 10 orang terduga pengedar dan bandar narkoba yang sudah masuk target operasi (TO) petugas selama ini.

Tim gabungan langsung melakukan penyisiran di tiga Desa yakni, Desa Kejadian, Negara Ratu dan Gunung Sugih Baru, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran.

Awalnya petugas menyisir beberapa rumah yang sudah menjadi TO di Desa Negara Ratu, dari beberapa rumah tersebut, polisi menangkap
Bayhaki (22) dan Firdaus Basroni (34). Dari rumah kedua tersangka, disita satu paket sedang sabu-sabu, dua bundel plastik klip bening, telepon genggam, dan kartu ATM BRI.

Selanjutnya, petugas melakukan penyisiran di Desa Gunung Sugih Baru, Pesawaran dan menangkap Rifai (22) dan Antonius (38). Dari tangan keduanya, polisi menyita barang bukti seperangkat alat isap (bong), uang tunai Rp 1,3 juta dan satu unit mobil.

Para pelaku tersebut, ditangkap petugas saat masih tertidur lelap di dalam rumahnya masing-masing. Sehingga, tidak terjadi adanya perlawanan dari para pelaku saat dilakukan penangkapan.