Beranda News Lingkungan Tim Menteri Lingkungan Hidup dan Polairud Pergoki Kapal Penyedot Pasir Gunung Anak...

Tim Menteri Lingkungan Hidup dan Polairud Pergoki Kapal Penyedot Pasir Gunung Anak Krakatau

9566
BERBAGI
Kapal penyedot pasir Gunung Anak Krakatau yang dipergoki Polrairud Polda Lampung dan tim Kementerian Lungkungan Hidup, Selasa (23/12). 
Kapal penyedot pasir Gunung Anak Krakatau yang dipergoki Polrairud Polda Lampung dan tim Kementerian Lungkungan Hidup, Selasa (23/12). 

Iwan J Sastra | Teraslampung.com

KALIANDA –  Kegiatan penambangan pasir di wilayah perairan laut Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, akhirnya tercium tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polda Lampung.

BACA: Tanpa Izin Amdal, Pasir Gunung Anak Krakatau di Sekitar Pulau Sebesi Mulai Dikeruk

Menurut informasi Sai Batin Wayhandak, yang diperoleh Teraslampung.com, lewat pesan Blackberry Mesengger (BBM), Selasa (23/12) siang, kapal keruk yang di duga melakukan penambangan pasir secara liar di seputaran laut Pulau Krakatau, didatangi oleh tim Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan dan Polairud Polda Lampung, sekira pukul 10.00 WIB.

Dari informasi tersebut diketahui, Tim utusan Menteri Lingkungan Hidup yang dampingi oleh pihak Polairud Polda Lampung, bersama punggawa Saibatin Wayhandak Panglima Tapak Belang, Khaja Besakh, serta Ruslando dari LSM AMAK RAJA menaiki kapal keruk Mandala 8 yang tengah sandar di wilayah perairan laut Pulau Sebuku, Kecamatan Rajabasa.

Tim yang diutus langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya tersebut, yakni Suharno dan Charles dari bagian penyidik penata lingkungan hidup, serta dari Polairud Polda Lampung AKBP Eko beserta tiga orang anggotanya, langsung naik ke kapal keruk yang diduga liar dan melakukan penyidikan terhadap kapten kapal bernama Ikhsan.

Saat diinterogasi oleh tim, ternyata kapten kapal keruk tersebut, tidak bisa menunjukkan Amdal, Surat Perintah Kerja (SPK), serta dokumen operasional.

BACA: Berdalih Mitigasi Bencana, Pasir Gunung Krakatau Akan Ditambang Lagi

Bahkan saat dilakukan pemeriksaan diatas kapal keruk tersebut, Tim menemukan adanya pasir hitam dan pasir hasil penyedotan dari wilayah kepulauan Gunung Anak Krakatau (GAK), di bagian palka kapal.

Usai dilakukan penyidikan diatas kapal, tim langsung membawa Kapten Kapal beserta tiga orang crew-nya, dan salah seorang yang diduga selaku pencarter (penyewa, red) kapal dan pemilik lahan, beserta alat bukti berupa dokumen kapal dan sample pasir, ke markas Polairud Polda Lampung, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari keterangam kapten kapal, terungkap  bahwa kapal keruk bermerk Mandala 8 itu, dicarter oleh PT Eval milik Harsono dan PT Merindo. Sedangkan agen kapal atas nama PT Amas, pemilik kapal atasnama PT Lintas Seram Mandiri, dan PT Menara Samudera bertindak selaku perusahaan yang mengoprasikan alat penyedotan pasir.