Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Tim Penilai KTL Nasional Tinjau Kawasan Tertib Lalu Lintas di Lampung Utara

Tim Penilai KTL Nasional Tinjau Kawasan Tertib Lalu Lintas di Lampung Utara

9213
BERBAGI
‎Ketua Tim Penilai KTL Kombes Polisi Darto Juhartono (Mabes Polri) menjelaskan seputar penilaian dan manfaat KTL di daerah, Rabu (5/4/2017).
‎Ketua Tim Penilai KTL Kombes Polisi Darto Juhartono (Mabes Polri) menjelaskan seputar penilaian dan manfaat KTL di daerah, Rabu (5/4/2017).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Tim ‎penilai kawasan tertib lalu lintas (KTL) tingkat nasional dari Jakarta meninjau KTL yang ada di Lampung Utara sebagai wakil wakil Provinsi Lampung untuk perlombaan KTL tahun 2017, Rabu (5/4/2017).

‎‎Tim yang dipimpin oleh Kombes Polisi Darto Juhartono (Mabes Polri) ini terdiri dari perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Hadir dalam kegiatan ini, yakni Kapolres Lampung Utara‎, AKBP. Esmed Eryadi, Kepala Dinas Perhubungan, Basirun Ali, Kabid Ops, Satuan Polisi Pamong Praja, ‎Sari Husin.

Menurut Kapolres AKBP Esmed Eryadi, Lampung Utara baru memiliki satu kawasan yang ditetapkan sebagai KTL. KTL itu berada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kotabumi yang menjadi jalan protokol. Banyak masukan atau saran yang mereka dapat dengan kedatangan tim penilai KTL ini, di antaranya jumlah ideal KTL di suatu daerah.

“Banyak masukan yang berarti yang kami dapat hari ini. Ternyata, jumlah KTL yang ideal itu 5‎ hingga 10 KTL di suatu daerah,” terangnya.

Di masa mendatang, Perwira Pertama Kepolisian ini mengatakan, akan mengupayakan agar jumlah KTL di wilayahnya dapat bertambah. Karena, dengan adanya KTL maka angka kecelakaan dapat diminimalisir dan mengajarkan para pengguna jalan agar dapat lebih tertib dalam berlalu lintas.

“Mudah – mudahan, nantinya, kami dapat mencarikan lokasi lain sebagai KTL yang baru,” tuturnya.

‎Sementara, Kombes Polisi Darto Juhartono mengatakan, kedatangan timnya kali ini ialah untuk melihat secara langsung apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk wilayah KTL. Penilaian mereka ‎akan difokuskan pada lokasi KTL, administrasi, dan lingkungan sekitar KTL.

“Dari Jakarta, kami ke sini ingin meninjau langsung sarana dan prasarana KTL,” terang dia.

Menurut Darto, KTL yang ditetapkan pada tahun 1989 tersebut memiliki berbagai tujuan seperti untuk menurunkan angka kecelakaan, meningkatnya ketaatan dalam lalu lintas, peningkatan kualitas sarana infrastruktur baik jembatan dan jalan, serta meningkatnya sistem transportasi di setiap daerah.

“Harapan kami, seluruh wilayah di sini dapat menjadi KTL sehingga dapat meminimalisir angka kecelakaan dan kesadaran berlalu lintas yang sesuai aturan,” katanya.