Beranda News Pertanian Tinggi, Nilai Jual Pupuk Abu Vulkanik Gunung Kelud

Tinggi, Nilai Jual Pupuk Abu Vulkanik Gunung Kelud

135
BERBAGI
Abu vulkanik Gunung Kelud (dok Ary Nurdiana)

Karanganyar, Teraslampung.Com—Bencana tidak selamanya membawa duka. Buah dari letusan Gunung Kelud menyisakan berkah. Setidaknya bagi masyarakat Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Ternyata abu vulkanik dari erupsi Gunung Kelud oleh penjual tanaman obat di daerah itu dijadikan pupuk dan dijual dengan harga tinggi. Mereka mengeruk rupiah dari berkah bencana ini.

Abu vulkanik erupsi gunung kelud yang masih menutupi jalan di Kampung Dimoro, Karanganyar, Jawa Tengah, disiram lalu dikumpulkan.

Salah seorang warga, Virnanto Hasmana Putra, sibuk menyiram dan mengeruk abu tersebut untuk kemudian dikumpulkan. Setelah itu ditampung di dalam dalam satu pot besar.

Proses pembuatan pupuk itu, menurut penjual obat tanaman itu adalah abu vulkanik dijemur.  Abu yang telah kering didinginkan terlebih dahulu. Setelah benar-benar kering, lalu dicampur dengan tanah kompos.

Proses selanjutnya, campuran harus merata supaya tidak membuat tanaman mati. Setelah campuran diyakini merata, kemudian dimasukkan ke dalam polybag, dan disiram secara berlahan.

Kemudian bibit tanaman ditaruh ke dalam polybag berisi campuran kompos dan abu. Saat memasukkan bibit, penataan harus hati-hati dan jaraknya tidak boleh rapat.

Menurut Putra, abu vulkanik dapat menghemat pengeluaran untuk membeli pupuk kimia. Selain itu abu vulkanik ini bisa mempercepat pertumbuhan tanaman. Abu vulkanik, katanya lagi, membawa berkah.

Dikatakan penjualan tanaman obat itu, sebenarnya pupuk dari abu vuklanik bisa dijual dengan harga tinggi. Karena bisa mempermudah tanaman menyerap unsure mineral yang dperlukan untuk tumbuh. Abu vulkanik mengandung unsur sulfur dan silica yang mampu memasok unsur hara pada tanaman.

Beberapa tanaman obat yang dapat tumbuh lebih subur, di antaranya daun mint, sambung nyawa, dan lainnya. Putra mematok tanaman obat miliknya dengan harga mulai dari dua puluh lima ribu rupiah.(isb)