Tinjau Sekolah Geribik, Ini yang akan Dilakukan oleh Dinas Pendidikan Lampung Utara

Tinjau Sekolah Geribik, Ini yang akan Dilakukan oleh Dinas Pendidikan Lampung Utara
Tinjau Sekolah Geribik, Ini yang akan Dilakukan oleh Dinas Pendidikan Lampung Utara
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Penggunaan ruang kelas geribik di SDN 2 Sidorahayu, Abungsemuli, Lampung Utara ternyata telah lebih dari satu dekade atau tepatnya sejak tahun 2010. Langkah ini terpaksa dilakukan untuk mengatasi keterbatasan jumlah ruang kelas di sana.

Pantauan di lokasi, kondisi ruangan kelas geribik itu sangat memprihatinkan. Bagian depan dindingnya terdapat dua lubang besar. Pun demikian, dengan bagian belakangnya. Bagian belakang yang berdinding belahan bambu terlihat rusak di sana-sini. Jika saja tidak ditutup dengan asbes atau triplek seadanya, kondisinya pasti serupa dengan bagian depan ruang kelas.

Dengan kondisi ini, dapat dipastikan jika para pelajar kelas IV yang menggunakan kelas ini tidak akan merasakan kenyamanan saat belajar. Sebab, selain terlihat kumuh, sinar matahari terlihat dapat menerobos masuk secara leluasa. Bahkan, saat hujan turun, airnya pun dapat langsung masuk ke dalam ruangan.

“Ruangan berdinding geribik ini terpaksa digunakan karena jumlah kelas yang ada tidak cukup,” kata guru SDN 2 Sidorahayu, Hesti yang diamini oleh para guru lainnya, Kamis (10/8/2023).

Kondisi ini telah berlangsung sejak tahun 2010 silam. Saat itu pihak sekolah terpaksa memanfaatkan ruangan bekas tempat parkiran sepeda atau sepeda motor. Itu dikarenakan para wali murid banyak yang protes dengan kebijakan sekolah yang membagi jam masuk pada pagi dan siang hari.

“Kebijakan masuk pagi dan siang itu diambil karena jumlah ruang kelas tidak cukup kalau masuk sekolah berbarengan pada pagi hari. Sekolah ini hanya punya tiga ruang kelas saja,” terangnya.

Sampai saat ini pun ruang kelas masih berjumlah tiga ruang. Untuk mengakali kekurangan itu, jadilah tempat parkiran sepeda dan gedung perpustakaan sebagai pilihan alternatif mereka.

“Di gedung perpustakaan, anak-anak duduknya di lantai dengan meja yang berukuran sangat pendek. Yang belajar di sana itu siswa kelas III,” tutur dia.

Di tempat sama, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Lampung Utara, Opy Riansyah menuturkan, hasil peninjauan yang dilakukan olehnya akan segera disampaikan pada pimpinannya. Laporan itu menyangkut kekurangan ruang kelas berikut perkiraan dana yang dibutuhkan.

“Sekolah ini setidaknya membutuhkan dua ruang kelas dan satu ruang guru,” jelasnya.