Beranda News Bandarlampung Tipping Box di Hotel dan Restoran di Bandarlampung Masih Banyak Masalah

Tipping Box di Hotel dan Restoran di Bandarlampung Masih Banyak Masalah

149
BERBAGI
Rapat Walikota Herman HN dengan Koordinator Wilayah Sumatera II Supervisi dan Pencegahan KPK RI Adliansyah Nasution dan 50 pengusaha hotel, restoran, dan hiburan di Ruang Rapat Walikota, Kamis sore (18/10).
Rapat Walikota Herman HN dengan Koordinator Wilayah Sumatera II Supervisi dan Pencegahan KPK RI Adliansyah Nasution dan 50 pengusaha hotel, restoran, dan hiburan di Ruang Rapat Walikota, Kamis sore (18/10).

Pemasangan tipping box di Kota Bandarlampung masih mengalami kendala, terutama dengan masih adanya masalah teknis pada program. Selain itu, dari beberapa tipping box yang dipasang Pemkot Bandarlampung juga menunjukkan masih ada yang membandel.

Hal itu terungkap pada rapat Walikota Herman HN dengan Koordinator Wilayah Sumatera II Supervisi dan Pencegahan KPK RI Adliansyah Nasution dan 50 pengusaha hotel, restoran, dan hiburan di Ruang Rapat Walikota, Kamis sore (18/10).

“Saya siang tadi makan di Begadang Resto bersama Kapolda Lampung. Ssaya lihat kasir masih pakai cara lama (manual), tidak menggunakan cash register yang sudah dipasang tipping box,” kata Koordinator Wilayah Sumatera II Supervisi dan Pencegahan KPK RI, Adliansyah Nasution.

“Begitu pula dengan Bakso Sony, ada satu jam saya lihat kasir tidak menggunakan cash register yang sudah dipasang tipping box,” tambahnya.

Ardiansyah mengaku dirinya  juga mendapat informasi dari vendor ada hotel yang belum dipasangi tipping boxnya karena menunggu bagian IT-nya.

“Saya kaget juga di sini ada masalah program dan harus menunggu ahli IT. Ini aneh. Sebab,  pengalaman saya di Batam tidak ada masalah seperti ini,” kata pria yang akrab dipanggil Choki itu.

Sementara itu, Walikota Herman HN meminta kepada para pengusaha hotel, restoran dan hiburan untuk memasang tipping box agar transparan dalam pembayaran pajaknya.

“Saya minta semua dipasang, ini rekomendasi KPK lho kemudian kalau sudah terpasang jangan dimatikan karena alat itu dimonitor di sini (pemkot),” katanya.

Saat dibuka ruang dialog salah seorang pengusaha hiburan karaoke Cipto menyatakan tidak keberatan tempatnya dipasang tipoing box hanya dia meminta pengurangan hiburan dari 40 persen ke 10 persen.

“Saya setuju tipping box tapi saya minta pajak kami disamakan dengan café biar kami bisa bersaing dengan mereka (café),” harap Cipto yang akrab dipanggil Ong Chu owner Tanaka Karaoke.

Menanggapi permintaan dari pengusaha hiburan yang diwakili Cipto, Walikota Herman HN menjajikan akan menurunkan pajak hiburan dari 40 persen ke 30 persen.

“Kalau sepuluh persen pajak hiburan saya menyalahi undang-undang tapi kalau 30 persen saya masih punya kewenangan dan ini pun harus ada kesepakatan dengan dewan,” jelasnya.

Loading...