Beranda Hukum Kriminal Tipu dengan “Harta Karun”, Wanita Paro Baya Diamankan Polisi

Tipu dengan “Harta Karun”, Wanita Paro Baya Diamankan Polisi

535
BERBAGI
Barang bukti harta karun palsu yang disita petugas Unit Reskrim Polsek Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat dari pelaku penipuan berinisial SIH (46), warga Kampung Kagungan Rahayu, Kecamatan Menggala, Tulangbawang. (foto dok. Polsek Tulangbawang Tengah)
Barang bukti harta karun palsu yang disita petugas Unit Reskrim Polsek Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat dari pelaku penipuan berinisial SIH (46), warga Kampung Kagungan Rahayu, Kecamatan Menggala, Tulangbawang. (foto dok. Polsek Tulangbawang Tengah)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

MENGGALA — Petugas Unit Reskrim Polsek Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat, mengamankan seorang wanita paro baya berinisial SIH (46), karena diduga menipu dengan modus diimingi-imingi harta karun sebagai pelaris.

Polisi menangkap pelaku di rumahnya di Kampung Kagungan Rahayu, Kecamatan Menggalam Tulangbawang, pada Sabtu 24 Maret 2018 sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolsek Tulangbawang Tengah, Kompol Leksan Ariyanto, mengatakan korban aksi SIH adalah warga Kampung Panaraganjaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

“Pelaku ditangkap di rumahnya, Sabtu 24 Maret 2018 sekitar pukul 13.00 WIB. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti enam koin emas palsu, tiga batang emas palsu bergambar Soekarno, satu buah besi kuningan berbentuk paku dan enam potongan kecil bambu warna kuning,”ujarnya, Minggu 25 Maret 2018.

Dikatakannya, saat ini pelaku dan barang bukti beberapa harta karun palsu diamankan di Mapolsek Tulangbawang Tengah, guna proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Kompol Leksan Ariyanto mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari korban, pelaku SIH mendatangi korban sebanyak empat kali. Pada saat itu, pelaku menawarkan berbagai jenis harta karun berupa koin emas palsu, emas batangan palsu bergambar Presiden Soekarno, besi kuningan bentuk paku dan potongan kecil bambu kuning kepada korban.

Barang-barang harta karun palsu itu, lanjut Leksan, katanya dapat dijadikan sebagai penglaris usaha. Untuk memuluskan aksi penipuannya, pelaku SIH meminta sejumlah uang kepada korban dan uang tersebut adalah sebagai mahar.

“Modus penipuannya, pelaku mengelabui korban dengan memberikan harta karun palsu yang dapat dijadikan sebagai penglaris usaha dagang,”terangnya.

Menurutnya, dari aksi penipuan yang dilakukan oleh pelaku, kerugian korban mencapai Rp 15 juta.

Loading...