Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara TK-PHBS Lampura Bahas Strategi Penanganan dan Pengelolaan Sampah Perkotaan

TK-PHBS Lampura Bahas Strategi Penanganan dan Pengelolaan Sampah Perkotaan

212
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Kepala Bappeda Lampung Utara, Azwar Yazid

KOTABUMI–Untuk menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan masyarakat, Tim Koordinasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (TK-PHBS) Lampung Utara menggelar rapat koordinasi teknis, di aula Pemkab Pemkab Lampung Utara, di Kotabumi Selasa (25/8).

Rapat yang dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) sekaligus ketua Tim, Azwar Yazid ini dihadiri oleh sejumlah wakil satuan kerja, satuan pendidikan, camat, dan kepala desa.

Menurut Azwar Yazid, ada tiga agenda dalam rapat kali ini. Pertama, membahas penanganan, pengelolaan, dan meminimalkan volume sampah di kawasan perkotaan. Kedua, membahas cara meningkatkan jumlah dan luasan ruang tebuka hijau (RTH) kota serta memperbanyak jumlah vegetasi pepohonan.

Ketiga, membahas cara aranya membangun komitmen bersama antara Pemerintah Daerah, swasta, dan masyarakat Lampung Utara terkait perilaku hidup bersih dan sehat.

“Volume sampah semakin meningkat kian harinya baik itu sampah rumah tangga, kantor, pasar, pertokoan maupun sampah indutri rumah tangga. Kami ingin agar sampah kategori limbah rumah tangga, limbah B3 (bahan berbahaya dan beracu) maupun limbah medis, tidak menjadi ancaman berbahaya bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat,” kata dia.

Azwar mengaku pihaknya ingin sampah – sampah itu dapat dikelola dengan baik agar dapat memiliki nilai – nilai produktif melalui penerapan prinsip 3R yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali) dan recycle (membuat ulang/daur ulang).

Menurut Azwar, upaya meningkatkan jumlah dan luasan ruang tebuka hijau (RTH) kota dan memperbanyak jumlah vegetasi pepohonan sangat penting. Sebab, hal itu akan berfungsi sebagai penjerat dan penyerap polutan, pemecah angin, penangkis matahari, pembatas pandang, pengarah lalu-lintas, dan pereduksi  kebisingan.

“Keberadaan RTH ini terbilang penting karena selain untuk memperbanyak produksi oksigen tapi dapat juga menjaga kelembapan udara di kawasan perkotaan (Kota Kotabumi). Hal ini agar ke depannya kawasan kota Kotabumi ini dapat menjadi sebuah kawasan  Ibu Kota Kabupaten yang representatif, layak huni, dan ramah terhadap lingkungan,” paparnya.

Yang tidak kalah penting, kata Azwar, adalah membangun komitmen bersama antara Pemerintah Daerah, swasta, dan masyarakat Lampung Utara terkait perilaku hidup bersih dan sehat.

“Komitmen ini untuk menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat, sebagai suatu budaya dalam praktek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehari – harinya,” katanya.

“Rapat ini akan ditindak lanjuti dengan mengadakan peninjauan dilapangan di setiap titik lokasi percontohan,” Azwar menambahkan.