Tokoh Agama di Lamsel Dicekik dan Diludahi Saat Hendak Jadi Imam Salat

Ilustrasi dicekik.(Shutterstock)
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin |Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Seorang tokoh agama, Hadiri (71), warga Dusun Ketibung, Desa Talangbaru, Kecamatan Sidomulyo, menjadi korban kekerasan dan penghinaan dilakukan oleh pelaku berinisial Ji (52), yakni tetangga korban, Senin (10/1/2022) pagi lalu sekitar pukul 04.45 WIB.

Kejadian itu, ketika korban Hadiri hendak mengimami salat subuh di masjid Nurul Iman yang berjarak 50 meter dari rumahnya di Dusun Ketibung, Desa Talang Baru. Korban ditarik pelaku hingga jatuh ke lantai, lalu dicekik, lalu diludahi.

Kasus tersebut  sudah dilaporkan korban ke Mapolsek Sidomulyo dengan nomor : STTPL/B-52/I/2022/SPKT/Polsek Sidomulyo/Res Lamsel/Polda Lampung tanggal 10 Januari 2022.

Meskipun kasus itu sudah melaporkan kasusnya ke polisi, hingga kini belum ada kejelasan proses hukum terhadap pelaku.

Korban Hadiri menceritakan, saat itu ia berangkat dari rumahnya menuju masjid yang hanya berjarak 50 meter untuk melaksanakan salat subuh. Setibanya di Masjid dan selesai Iqomah, seperti biasa Ia langsung menuju ke tempat pengimaman untuk memgimami sholat subuh.

“Begitu saya mau masuk ke tempat pengimaman, tiba-tiba badan saya ditarik sama pelaku Ji sampai saya jatuh ke lantai. Lalu saya berdiri, dan dia (pelaku) langsung mencekik leher saya,” katanya kepada teraslampung.com saat ditemui dirumahnya, Minggu (16/1/2022).

Karena kesakitan dicekik, lanjut Hadiri, Hadiri  berusaha mendorong pelaku agar bisa terlepas. Setelah lepas, pelaku mendekatinya lagi dan langsung meludahi mukanya. Tidak hanya itu saja, pelaku mengumpat kata-kata yang tidak pantas kepada dirinya dengan ucapan “Orang munafik”. Saat itu, Ia hanya diam saja sembari istighfar.

“Satu kali muka saya diludahi sama pelaku. Khawatir terjadi apa-apa, saya pulang dan melaksanakan salat subuh dirumah,”ungkapnya.

Dikatakannya, pada saat kejadian banyak orang yang menyaksikannya. Warga yang saat itu mau salat subuh antara lain  Mang Imek, Herman, Rusman, Maman, Ali, Imam, Jumawan, Khusni dan lainnya. Mereka melihat Hadiri diperlakukan tak sepatutnya oleh pelaku.

“Mereka (jamaah) ini, langsung membantu saya dan memisahkan. Jadi banyak saksi yang melihat kejadian itu saat saya diperlakukan sama pelaku,”jelasnya.

Kemudian, pagi itu ia melaporkan kejadian yang dialaminya ke Ketua Masjid dan pamong setempat, lalu ia pergi ke kantor desa melaporkan kejadian yang dialaminya ke Kepala Desa (Kades) Talang Baru.

Setelah itu sekitar pukul 10.00 WIB, kata Hadiri, ia didampingi anaknya dan juga kerabatanya mendatangi Mapolsek Sidomulyo untuk melaporkan kejadian itu. Namun, saat itu  laporan Hadiri belum ditanggapi. Selepas zuhur, korban mendatangi Mapolsek lagi dan barulah laporannya ditanggapi secara resmi.

“Awalnya belum, hanya secara lisan saja. Selepas zuhur, laporan saya ditanggapi dan saya dimintai keterangan oleh petugas mengenai kronologi kejadiannya,”kata dia.

Menurutnya, Kamis (13/1/2022) siang, ada sekitar lima orang saksi yang sudah dimintai keterangan.

Ia menambahkan, pihak keluarga pelaku memang sudah mendatangi dirinya dan keluarganya di rumah. Mereka meminta, agar pelaku dimaafkan dan tidak diproses secara hukum.

“Keluarganya pelaku datang minta maaf, dan saya maafkan karena memang tidak ada masalah. Tapi untuk pelaku, saya minta kepada pihak kepolisian agar tetap diproses hukum,” katanya.

Penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap tokoh agama tersebut, membuat warga sekitar dan lainnya berharap kepada pihak aparat kepolisian agar dapat segera memproses  hukum agar  memberikan efek jera kepada pelaku. Pasalnya, kata warga, pelaku sudah sering berulah dan melakukan perbuatan yang sama terhadap tetangganya.

“Padahal jelas-jelas dia (pelaku) ini sudah melakukan perbuatan kasar sama Mang Hadiri selaku tokoh agama,”kata seorang warga setempat.

Warga juga mengatakan, korban ini adalah tokoh agama, bahkan sudah sejak dari dulu jadi imam Masjid Nurul Iman. Selain itu, korban juga sering mengurusi jenazah warga setempat yang meninggal dunia.

“Kalau kasus itu tidak diproses hukum meski sudah dilaporkan, dia (pelaku) ini tambah bangga dan besar kepala,”tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Sidomulyo, Iptu Ilham Effendi saat dikonfirmasi teraslampung.com membenarkan adanya kejadian tersebut dan korban sudah melaporkannya.

“Ya benar, korban sudah laporan dan saat ini masih dalam proses kasusnya,”singkatnya melalui pesan WhatsApp.