Beranda News Obituari Tokoh Pers Senior Aristides Katoppo Wafat

Tokoh Pers Senior Aristides Katoppo Wafat

25
BERBAGI
Aristides Katoppo. (Foto: Deutsche Welle)
Aristides Katoppo. (Foto: Deutsche Welle)

TERASLAMPUNG.COM — Tokoh pers nasional, pendiri koran Sinar Harapan, dan salah satu pendiri  Aliansi Jurnalis Indepependen (AJI), Aristides Katoppo (81 tahun), meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Selatan, Minggu siang (29/9/2019).

Josi Katoppo, adik kandung Aristides Katoppo yang juga berprofesi sebagai wartawan, mengatakan kakaknya dibawa ke rumah sakit karena ada luka di kakinya.

“Luka itu yang membuat dia kesakitan sekali dan sulit bernapas. Dia dilarikan ke RS Abdi Waluyo dan masuk ICU,” katanya.

Jura Katoppo, putra sulung Aristides Katoppo, mengatakan ayahnya pergi tanpa menderita berlama-lama, sesuai kehendaknya.

Menurut Josi, ayahnya dalam beberapa tahun terakhir mengeluh dengan jantungnya yang sudah tidak berfungsi normal.

Meskipun bermasalah dengan jantung, kata Josi, Aristides Katoppo masih suka mendaki gunung. Menurut Josi, belum lama kembali dari Gunung Semeru, di Jawa Timur. Tides, memang gemar mendaki gunung sejak muda, dan tercatat sebagai anggota Mapala UI, bersama Soe Hok Gie (almarhum), Rudy Badil (almarhum), Herman Lantang, dan Don Hasman.

“Kali ini (di Gunung Semeru) ia tidak mendaki, hanya sampai di desa tertinggi yang dapat dicapai mobil, bersama Herman Lantang dan Don Hasman. Dia kelihatan senang sekali,” kayta Josi.

Jenazah tokoh yang sangat akrab dengan alharhum Soe Hok Gie disemayamkan di Rumah Jenazah RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Aristides meninggal di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, hari ini, Minggu, 29 September 2019, sekitar pukul 12.05 WIB.

Semasa hidup Aristides Katoppo pernah berpesan agar abu hasil kremasi dirinya ditaburkan di Gunung Gede.

Selain pendiri koran legendaris Sinar Harapan, Aristides Katoppo juga menjadi salah satu pendiri Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) pada era Orde Baru. Ia juga pendiri Perkumpulan Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ).

Putra sulung Aristides, Judistira Katoppo, mengatakan bahwa ayahnya mengeluhkan sakit pada Sabtu malam, 28 September 2019. Ayahnya lalu dilarikan ke RS Mayapada kemudian dibawa ke RS Abdi Waluyo.

Menurut Jura, Aristides sudah lama mengalami sakit jantung tapi selalu berpembawaan energik dan bersemangat. Bahkan, seminggu sebelum wafat, Aristides Katoppo mengikuti kegiatan napak tilas di Gunung Semeru, Jawa Timur, mengenang 50 tahun meninggalnya Soe Hok Gie, sahabatnya di Mapala Universitas Indonesia.

Sebelum meninggal, kata Jura, Aristides Katoppo berwasiat ingin jika wafat jasadnya dikremasi lalu abunya ditabur di gunung.

“Bokap (Bapak) tidak bilang di mana gunungnya. Tapi saya kepikiran abunya ditabur di Gunung Gede (Jawa Barat) karena lebih dekat dan gampang dijangkau. Yang penting beliau kembali menyatu dengan alam,” kata Jura kepada Tempo.

DBS/Tempo

Loading...