Tolak Kenaikan BBM, HMI Lampung Utara Unjuk Rasa di Gedung DPRD

Aksi unjuk rasa dari HMI Lampung Utara yang menolak kenaikan BBM dan tarif dasar listrik di gedung wakil rakyat setempat.
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi–Para aktivis HMI Lampung Utara kembali menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Lampung Utara, Kamis (22/9/2022). Tuntutannya mereka ialah menolak kenaikan harga bahan bakar minyak/BBM.

Pantauan di lokasi, jumlah massa diperkirakan berkisar antara 30-40 orang. Atribut – atribut khas HMI tak lupa juga mereka bawa. Aksi unjuk rasa ini cukup dijaga ketat oleh petugas kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung Utara.

“Kami menolak kenaikan harga BBM yang belum lama ini ditetapkan oleh pemerintah,” tegas Ketua HMI Cabang Kotabumi, Riza yasirman dalam orasinya.

Di samping itu, mereka juga mendesak Pemerintah Pusat untuk mencabut kenaikan tarif dasar listrik, dan memberantas mafia di sektor minyak. Adapun dasar penolakan itu dilatarbelakangi oleh kondisi perekonomian rakyat yang sedang terpuruk akibat hantaman pandemi Covid-19.

Semestinya seperti itu tak boleh dilakukan oleh pemerintah. Langkah pemerintah ini dianggap mereka hanya akan semakin mempersulit rakyat. Itu dikarenakan harga – harga sembako dan kebutuhan hidup lainnya akan melambung tinggi sebagai imbas dari kenaikan BBM tersebut.

“Begitu juga dengan kenaikan TDL. Kebijakan ini menjadi pelengkap dari penderitaan rakyat‎,” paparnya.

Setelah berorasi, mereka diperkenankan untuk masuk ke dalam ruangan rapat untuk menyampaikan secara langsung pada anggota dewan yang hadir di lokasi. Jumlah wakil rakyat yang hadir sendiri hanya tiga orang.‎ Ketiganya adalah Ria Kori, Herwan Mega, dan Joni Bedyal. Usai menyampaikan aspirasinya, para pengunjuk rasa segera membubarkan diri.