Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Tolak Omnibus Law, Ini Alasan Mahasiswa Lampura akan Kembali Gelar Demo Besar-besaran

Tolak Omnibus Law, Ini Alasan Mahasiswa Lampura akan Kembali Gelar Demo Besar-besaran

140
BERBAGI
Perwakilan organisasi mahasiswa Lampung Utara membahas sikap fraksi DPRD terkait ‎UU Omnibus Law, Selasa (13/10/2020).
Perwakilan organisasi mahasiswa Lampung Utara membahas sikap fraksi DPRD terkait ‎UU Omnibus Law, Selasa (13/10/2020).

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi–Karena menilai enam fraksi di DPRD Lampung Utara terkesan menghindari pertemuan dengan mereka, mahasiswa Lampung Utara mengancam akan kembali unjuk rasa besar-besaran terkait penolakan UU Cipta Kerja. Pertemuan antara perwakilan organisasi kemahasiswaan dengan seluruh fraksi dijadwalkan di gedung DPRD, Selasa (13/10/2020).

Rapat‎ ini menjadi salah satu tuntutan para mahasiswa saat berunjuk rasa untuk menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law pada Senin (12/10/2020). Mereka ingin mengetahui sikap fraksi – fraksi di luar Fraksi Demokrat dan Fraksi PKS terkait Undang – Undang Omnibus Law yang penuh kontroversi.

“Jelas kami sangat kecewa dengan ketidakhadiran enam fraksi dalam rapat hari hari ini,” tegas Ketua Umum HMI cabang Kotabumi, Lampung Utara, Ade Andre Irawan, Selasa (13/10/2020).

Rapat ini sangat mereka harapkan terlaksana. Alasannya, mereka ingin mengetahui alasan dan sikap pribadi dari fraksi – fraksi yang partainya diketahui mendukung pengesahan UU Omnibus Law. ‎Sayangnya hal itu tak dapat terlaksana lantaran mereka sepertinya lebih mementingkan kepentingan partai ketimbang kepentingan rakyat.

“Kalau beliau – beliau yang terhormat itu cinta rakyat dan rakyat benar – benar ada di hati mereka, tentu mereka hadir dalam rapat itu,” tegasnya.

Kritikan sama diutarakan oleh Ketua IMM Lampung Utara, Dedi Ariyanto. Tidak ada gunanya diskusi jika enam fraksi tersebut enggan hadir dalam rapat. Tadinya, mereka berharap akan ada persamaan pandangan terkait polemik UU itu.

“Ngapain diskusi lagi kalau mereka saja enggak mau hadir. Sebagai generasi muda penerus bangsa, kami siap mengorbankan segalanya untuk kepentingan bangsa,” jelas dia.

‎Di tempat sama, Ketua PMII Lampung Utara, Afat Satria juga menyampaikan kritikan senada. Tidak ada pilihan lain kecuali kembali turun ke jalan menyuarakan penolakan UU kontroversial tersebut.

“Kami semua sudah sepakat untuk kembali turun ke jalan‎,” tegasnya, diamini aktivis mahasiswa lainnya.

Di lain sisi, Ketua DPRD Lampung Utara, Romli, menyebutkan pemberitahuan mengenai rapat ini telah disampaikan oleh sekretariat DPRD sebelum rapat. Sayangnya, mereka berhalangan hadir dengan alasan beragam.

“Undangan rapat sudah diberitahukan kepada fraksi – fraksi, tapi karena ada sesuatu dan lain hal, mereka enggak bisa hadir dalam rapat tadi,” kata politisi asal Partai Demokrat itu.

Loading...