Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara TPAD tak Hadir, Pertemuan Dewan – Eksekutif Lampura soal Kasus Pembayaran Uang...

TPAD tak Hadir, Pertemuan Dewan – Eksekutif Lampura soal Kasus Pembayaran Uang Proyek Ditunda

363
BERBAGI
Rapat pembahasan ‎mengenai polemik uang proyek tahun 2017 bersama Tim Panitia Kerja DPRD dan perwakilan pihak eksekutif.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Tim Panitia Kerja DPRD Lampung Utara yang bertugas menyikapi polemik uang proyek tahap I ‎dan II menunda rapat dengan pihak eksekutif lantaran Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tak hadir dalam rapat, Rabu (18/10/2017).

Pantauan di lokasi, pihak eksekutif mendelegasikan kepada pejabat eselon III dan IV dari Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset untuk hadir dalam rapat bersama Tim Panitia Kerja DPRD. ‎Sama sekali tak ada pejabat eselon II yang hadir dalam rapat.

‎”Ini rapat untuk mencari solusi cepat dalam polemik uang proyek yang dikeluhkan para kontraktor. Sementara pejabat yang hadir bukanlah pejabat – pejabat yang dapat menentukan sebuah kebijakan,” papar anggota Tim Panitia Kerja DPRD, Rico Picyono dalam rapat.

Jika rapat ini masih diteruskan, menurut Rico, maka pembahasan ini merupakan hal yang sia – sia. Sebab, tak akan ada kebijakan apapun yang akan dihasilkan dalam rapat. Hanya Ketua TAPD (Sekretaris Kabupaten, Samsir) maupun Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (Budi Utomo) yang dapat menentukan arah kebijakan dalam persoalan ini.

“Yang ditunggu dari rapat ini adalah kebijakan ke depan yang dihasilkan dan bukan untuk membahas rapat anggaran kembali,” tegas dia.

Kritikan yang sama juga disampaikan oleh Emil Kartika Chandra, anggota Tim Panitia Kerja DPRD lainnya. Menurutnya, kehadiran Ketua TAPD berikut Kepala BPKA sangat diperlukan agar persoalan uang proyek tahun 2017 dapat segera terurai.

“Mereka harus datang biar persoalan ini ada kesimpulan. Untuk itu, mohon kiranya rapat ini ditunda supaya mereka dapat hadir dalam rapat mendatang,” katanya.

‎Sementara anggota tim lainnya, Ali Darmawan juga mengaku terkejut dengan pejabat – pejabat yang menjadi perwakilan pihak eksekutif dalam rapat kali ini. Karena para pejabat yang hadir kebanyakan bukan pejabat pengambil keputusan. Ali juga menyarankan agar rapat ditunda hingga Ketua TAPD dan Kepala BPKA dipastikan hadir dalam rapat mendatang.

“Beliau – beliau (pihak eksekutif) yang hadir ini ‎sama sekali tak dapat mengambil keputusan. Mohon rapat dijadwalkan ulang hingga mereka (TAPD) dipastikan akan dapat hadir,” tegas dia.

Menyikapi saran dari anggotanya, Ketua Tim Panitia Kerja DPRD, Herwan Mega akhirnya sepakat untuk menunda rapat. Mereka akan kembali memanggil Ketua TAPD dan Kepala BPKA agar dapat hadir dalam rapat bersama mendatang.

“Karena perwakilan dari pihak eksekutif yang hadir di sini bukanlah pejabat yang bisa mengambil kesimpulan maka rapat hari ini ‎terpaksa kami tunda,” jelasnya.
Area lampiran