Tragis, Pemenggal Kepala Ayah Kandung di Lamteng Tewas Gantung Diri di Sel Polisi

  • Bagikan
Ilustrasi gantung diri(Thinkstock)

TERASLAMPUNG.COM — Nasib KPW (32), warga Sendang Agung, Lampung Tengah, tersangka pembunuhan ayah kandung dengan cara memenggal kepala, bernasib tragis. Setelah dinyatakan mengalami gangguang jiwa dan kasusnya tetap dilanjutkan dan ditahan di Mapolsek Kalirejo, pagi ini, Senin (12/4/2021) KPW ditemukan tewas dalam posisi gantung diri di kamar tahanan. Ia gantung diri menggunaan kaus yang biasa dipakai di dalam tahanan.

BACA: Anak Penggal Kepala Ayah Kandung di Lampung Tengah, Ini Hasil Pemeriksaan di RSJ

div class="__mango" data-placement="5690">

“Ia ditemukan tidak bernyata pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Ia bunuh dengan dengan cara menjerat lehernya dengan lilitan baju kaus yang biasa dipakai ke jeruji kamar tahanan,” kata Kapolsek Kalirejo, Iptu Edi Suhendar, Senin (12/4/2021).

Menurut Suhendar, sebelum dipastikan meninggal, menjelang subuh sekitar pukul 04.00 WIB badannya masih hangat. Artinya, kemungkinan besar yang bersangkutan bunuh diri belum dalam hitungan jam.

Iptu Suhendar mengatakan, sebelum bunuh diri KPW bersikap biasa. Ia lebih banyak diam dan tidak berlaku aneh.

“Dia masih mau makan dan minum seperti biasa,” katanya.

Soal status hukum KPW, Iptu Suhendar mengatakan seusai dinyatakan positif mengidap gangguan kejiwaan oleh RSJ Kurungan Nyawa yang bersangkutan diserahkan RSJ ke Polsek Kalirejo.

Menurutnya, KPW belum bisa dirawat di RSJ karena masih harus menunggu putusan pengadilan.

“SOP-nya seperti itu. Harus ada putusan (pengadilan), baru bisa dirawat di RSJ. Pihak keluarga maupun pihak kampunnya tidak mau menerima yang bersangkutan,” kata Suhendar.

 

Pembunuhan sadistis yang dilakuan KPW (32) terhadap ayah kandungnya, Slamet Riyanto (71) dengan cara sadis. Usai makan siang, KPW mendatangi ayahnya dan mengungkapkan keinginannya untuk membunuhnya.

Slamet yang saat itu duduk di dapur, hanya pasrah. KPW pun langsung menebas kepala ayahnya hingga putus. Usai memnbunuh ayahnya, KPW membawa membawa kepala ayahnya berkeliling kampung dengan sepeda motor.

“Pelaku tidak melarikan diri usai membunuh ayahnya. Menyaksikan aksi adiknya itu, Suwito, kakak pelaku, langsung menelepon polisi. Polisi kemudian datang dan mengamankan pelaku,” kata Kapolsek Kalirejo, Iptu Edi Suhendra.

Menurut Suhendra, saat ditangkap pelaku tidak melawan. Ekspresinya pun biasa saja.

Ia kemudian dibawa ke Kantor Polsek Sendang Agung. Lalu dipindah ke Polres Lampung Tengah.

Pembunuhan sadistis itu menjadi buah bibir warga karena ada sejumlah informasi yang bertolak belakang. Saat diinterogasi polisi di Polsek Kalirejo, misalnya, KPW mengaku ia membunuh ayahnya karena curiga ayahnya akan menyantetnya.

Belakangan, setelah menjalani pemeriksaan di RSJ Kurungan Nyawa, disimpulkan bahwa KPW memang positif mengalami gangguang jiwa.

  • Bagikan