Tren Bangunan Tinggi dan Adaptasi Infrastruktur Perkotaan

  • Bagikan
I.B. Ilham Malik

Oleh: IB Ilham Malik
Dosen Prodi PWK Institut Teknologi Sumatera (ITERA)

Selama beberapa tahun terakhir kita melihat ada banyak pembangunan bangunan tinggi di kota kita. Pembangunan beberapa bangunan tinggi ini menandakan bahwa ada tren yang mulai tumbuh yaitu tren pertumbuhan bangunan tinggi. Dan ini dimulai bukan saja oleh pihak swasta dalam rangka membangun bangunan komersial, tetapi ada beberapa bangunan pemerintah juga mulai mengarah ke sana.

Kita bisa mengatakan bahwa telah muncul tren pembangunan bangunan vertikal semacam ini, termasuk di kota kita. Dan karena tren ini muncul, maka dibutuhkan suatu pendekatan kebijakan baru terkait dengan pembangunan kota di berbagai sektor, bukan saja di sektor bangunan fisik tetapi juga berkaitan dengan penyiapan sumber daya manusia yang handal agar dapat membantu kota mewujudkan suatu struktur kota dan fungsi ruang serta pola transportasi yang bisa adaptif dengan gejala yang terus tumbuh itu.

Karena pola infrastruktur untuk kota yang gepeng dan menyebar memiliki perbedaan dengan kota yang cenderung mengarah ke compact. Karena itu, berbagai macam kebijakan serta beberapa masterplan yang sudah dibuat oleh pemerintah harus dapat di ditelaah ulang, untuk melihat apakah memang sudah adaptif dengan tren tersebut ataukah masih menggunakan konsepsi lama.

Masih belum dapat diketahui, apakah tren ini termasuk tren yang cepat ataukah lambat. Tetapi yang jelas bahwa ada kecenderungan pola kota akan mulai vertikal. Dan saya kira, selama dokumen kebijakan berupa dokumen tata ruang memberikan arahan ke pembangunan bangunan vertical, maka akan muncul percepatan dalam realisasinya daripada ketika belum ada arahan ke arah pembangunan yang vertikal itu.

Saya pernah mempelajari dokumen tata ruang yang dibuat oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung, yang mana saya melihat bahwa ada kecenderungan ketinggian bangunan nya dibatasi. Tentu saja di dalam pembatasan tersebut ada beberapa pertimbangannya, diantaranya adalah terkait dengan struktur geologis dan juga kondisi geografis yang ada di sekitarnya.

Karena tren macam ini terus tumbuh, dan sepertinya pihak swasta dan juga masyarakat mulai mengarah kearah sana seperti yang terjadi di beberapa kota lain di luar negeri, maka regulasi yang dibuat oleh pemerintah kota terkait dengan dokumen tata ruangnya dan juga dokumen transportasinya, harus dapat beradaptasi dengan kecenderungan perubahan pola tersebut.

Tentu saja, dalam menyiapkan dokumen pendukung pembangunan kota, agar apapun yang dibangun di kota kita ini dapat beradaptasi dengan kebutuhan sesungguhnya di masa depan (baik itu dalam jangka menengah maupun jangka Panjang), membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Dan tentu saja membutuhkan sumber daya manusia yang banyak dan membutuhkan biaya yang juga termasuk besar.
Akan tetapi apa yang kota keluarkan ini adalah sebagai bentuk investasi kota; demi masa depan yang lebih baik di setiap kota yang dibangun. Investasi yang dikeluarkan, jika dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh ketika kota terwujud dengan baik. Seperti apa yang sudah terjadi di banyak kota di luar negeri, baik di Jepang, Australia ataupun di Eropa.

Maka,  akan banyak keuntungan lainnya yang diperoleh oleh kota dan juga masyarakatnya. Bahkan kita bisa mengatakan bahwa apa yang diperoleh oleh pemerintah kota dan juga masyarakat kota, jauh lebih besar daripada apa yang diinvestasikan oleh pemerintah kota pada saat ini. Apalagi, apa yang diinvestasikan oleh pemerintah kota ini tidak langsung dikeluarkan pada satu waktu. Tetapi disesuaikan dengan alokasi anggaran pembangunan setiap tahunnya.

Di sini saya ingin mengatakan bahwa konsepsi yang baik menjadi sangat penting dalam pembangunan kota. Dan dalam menyiapkan konsepsi yang baik tersebut dibutuhkan investasi di berbagai bidang. Termasuk penyiapan sumber daya manusia dan juga dokumen perencanaan pembangunan yang bisa dipertanggung-jawabkan. Meskipun terasa besar di awalannya, hanya saja jika kita bandingkan dengan apa yang akan kita capai dan dapatkan di masa depan, sesungguhnya yang kita keluarkan pada saat ini tidaklah besar. Dan pemerintah kota, tentu seharusnya memiliki visi semacam itu juga. Berani untuk berinvestasi untuk hal yang bersifat penting di masa kini dan masa depan daripada sibuk untuk memperbaiki apa yang sudah ada pada saat sekarang ini. Tetapi, setelah diperbaiki, tidak dapat menyelesaikan masalah perkotaan sesungguhnya.

Saya selalu berkeinginan untuk mengajak setiap pemerintah kota agar dapat terus-menerus menanamkan dan menerapkan idealismenya. Agar, apa yang dirancang pada saat ini adalah suatu rancangan yang terbaik. Kemudian juga, mengajak pemerintah kota agar dapat terus-menerus visioner, sehingga bisa menyiapkan kotanya untuk beradaptasi dengan kebutuhan di masa depan.
Jadi, idealisme dan juga visioner adalah sesuatu hal yang harus dimiliki oleh pemerintah kota. Saya tidak mengatakan bahwa pemerintah kota adalah birokrasinya atau orang yang mengelola kotanya.

Yang harus idealis dan visioner itu adalah pemerintahannya. Dengan begitu, semua orang yang memiliki jiwa idealisme dan juga visioner saja yang bisa masuk di dalam institusi pemerintahan tersebut. Bagi yang tidak visioner dan juga tidak idealis, maka mereka bisa mencari tempat aktivitas lain. Karena yang namanya pemerintahan harus memiliki idealisme dan visioner sehingga dapat menjadi pegangan untuk seluruh lapisan masyarakat. Juga tempat mengabdi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan idealisme dan visi masa depan tersebut.

Apa yang terjadi pada saat ini adalah perwujudan dari tidak adanya idealisme dan juga visionernya pemerintahan kota. Semuanya, sangat bergantung pada apa yang ada di dalam alam pikir birokrasi dan juga pemimpin politik yang berada di pemerintahan saja. Karena itu, saya ingin selalu menyempurnakan sudut pandang kita terkait dengan pemerintahan ini yaitu bahwa pemerintahan harus memiliki idealisme dan juga visioner tentang pembangunan kotanya di masa depan, yang harus selalu berorientasi melakukan hal yang terbaik dalam berbagai hal.

Kembali ke pembahasan kita tentang kecenderungan kota yang memiliki bangunan tinggi dan perlunya berbagai kebijakan arahan pembangunan yang beradaptasi dengan kecenderungan tersebut, maka saya ingin mengatakan bahwa sudah saatnya pemerintah dapat kembali menempatkan idealisme dan visinya dalam rancangan pembangunan. Hal itu aga  apa yang tercipta di masa depan adalah suatu kesatuan rancangan pembangunan di semua sektor, termasuk infrastruktur dasar sebagai pendukung dari pembangunan kota yang cenderung kompak.***

  • Bagikan