Beranda News Nasional Tri Susanti Ditetapkan Sebagai Tersangka Rasisme di Asrama Papua Surabaya

Tri Susanti Ditetapkan Sebagai Tersangka Rasisme di Asrama Papua Surabaya

2331
BERBAGI
ondisi kantor DPR Papua Barat dan sejumlah kendaraan dinas yang dibakar massa aksi. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).
Kondisi kantor DPR Papua Barat dan sejumlah kendaraan dinas yang dibakar massa aksi. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

TERASLAMPUNG.COM — Polisi menetapkan Tri Susanti sebagai tersangka kasus ujaran bermuatan Sara dan penghasutan dan atau Hoax. Dia merupakan koordinator lapangan (korlap) yang menggeruduk asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 Agustus 2019.

“Dilaporkan bahwa telah ditetapkan satu tersangka berinisial TS (Tri Susanti). Dia adalah Wakil Ketua Ormas FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-POLRI),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (28/8/2019).

Dedi menerangkan, polisi memiliki dua alat bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan status Tri Susanti. Di antaranya keterangan dari 16 saksi dan 7 ahli.

“Berdasarkan hasil gelar perkara ditetapkan dia sebagai tersangka,” ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa konten video yang berisi pernyatan Tri Susanti.

Tri Susanti dijerat Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 4 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi, Ras, dan Etnis dan atau Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan atau ayat 2 dan atau Pasal 15 tentang UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Hingga saat ini 21 saksi telah dimintai keterangan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan penyidik Polda Jatim terus berupaya mencari bukti-bukti dengan memeriksa saksi-saksi yang terlibat dalam pengepungan asrama mahasiswa itu.

“16 saksi sudah kita periksa. Hari ini akan kita periksa lima lagi. Jadi totalnya 21 saksi,” kata dia di Mercure Convention Centre Ancol, Rabu (28/8/2019).

Barung masih mengunci rapat-rapat temuan yang didapat dari pemeriksaan tersebut. Menurut dia, Kapolda Jatim yang secara langsung mengumumkan tersangkanya dalam waktu dekat.

“Satu dua hari ini Kapolda akan mengumumkan siapa tersangka daripada ujaran kebencian,” ucap dia.

Sebelumnya, kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Barat, Senin, 19 Agustus 2019. Massa membakar Gedung DPRD Manokwari dan beberapa fasilitas umum.

Tak hanya di Manokwari, unjuk rasa juga terjadi di Jayapura, Papua.

Liputan6