Beranda News Manca Truk Tabrak Kerumuman Warga di Prancis, 60 Tewas

Truk Tabrak Kerumuman Warga di Prancis, 60 Tewas

40
BERBAGI
Truk menabrak kerumunan massa pada perayaan Hari Bastile di Kota Nice, Prancis, Kamis malam waktu setempat (14/7). Foto: BBC/EPA

TERASLAMPUNG.COM — Sedikitnya 60 orang dikabarkan tewas dalam kasus penabrakan truk ke awah kerumunan warga di tengah perayaan Hari Bastille di Kota Nice, Prancis, Kamis malam waktu setempat (14/7).  Insiden terjadi di Promenade des Anglais, saat banyak orang berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan kembang api.
Jaksa Prancis, Jean-Michel Pretre, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, mengatakan truk itu melaju terus sambil menabrak kerumunan orang hingga sejauh dua kilometer.

Seorang saksi mata mengatakan kepada stasiun televisi Prancis, BFM, “Semua orang berteriak lari, lari, lari, ada serangan, lari, lari, lari. Kami mendengar beberapa tembakan. Kami pikir itu kembang api karena tanggal 14 Juli.”

Kepala daerah Alpes-Maritimes, Sebastien Humbert, mengatakan kepada BFM bahwa supir truk tersebut telah tewas ditembak.

Petugas mengevakuasi korban pasca-insiden penabrakan kerumunan warga oleh sebuah truk di Kota Nice, Prancis.
Petugas mengevakuasi korban pasca-insiden penabrakan kerumunan warga oleh sebuah truk di Kota Nice, Prancis. (Foto: BBC/EPA)

Presiden Prancis, Francois Hollande, memutuskan untuk memperpanjang status darurat selama tiga bulan, beberapa jam usai insiden truk yang menghantam kerumunan orang di Kota Nice (baca: Nis).

“Status darurat, yang tadinya akan berakhir pada 26 Juli, akan diperpanjang tiga bulan. Undang-Undang baru akan diajukan ke parlemen pekan depan terkait hal ini,” kata Hollande.

Prancis telah berada dalam status darurat menyusul serangan di Paris, November 2015 lalu, yang menewaskan 130 orang dan melukai ratusan lainnya.

Sejak kejadian tersebut, status darurat sudah diperpanjang dua kali guna mengantisipasi turnamen Piala Eropa 2016 dan balapan sepeda Tour de France.
Langkah tersebut, menurut Hollande, dipandang perlu lantaran Prancis kini di bawah ancaman.

“Prancis mengalami serangan parah…Seluruh Prancis kini berada di bawah ancaman terorisme Islamis. Jadi dalam kondisi seperti ini kita harus menunjukkan kesiagaan dan kegigihan tanpa akhir,” kata Hollande.

Berbekal status darurat, Hollande mengatakan bakal mengerahkan 10.000 serdadu militer untuk membantu aparat keamanan non-militer di perbatasan Prancis. Keberadaan serdadu-serdadu itu belum ditentukan batas waktunya.
Tak hanya di dalam negeri Prancis, Hollande mengumumkan kelanjutan operasi militer di Suriah dan Irak.
“Serangan ala teroris”

Soal insiden di Nice, Hollande mengatakan itu adalah “serangan ala teroris”.

Sejauh ini, dari pantauan Mina Al-Lam, selaku analis aktivitas media jihadis untuk BBC Monitoring, para pendukung kelompok ISIS bersorak gembira atas kejadian di Nice. Namun, ISIS belum mengklaim keterkaitan dengan insiden tersebut.

Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengatakan korban tewas mencapai 80 orang dan 18 lainnya mengalami cedera serius.

Kejadian bermula ketika sebuah truk melaju kencang ke arah kerumunan orang yang sedang menyaksikan pertunjukan kembang api pada Hari Kemerdekaan Prancis. Truk itu terus tancap gas dan baru berhenti dua kilometer kemudian. Supir truk telah tewas ditembak.

sumber: bbc.com