Tsunami di Pesisir Lampung, 14 Mayat Ditemukan di Kecamatan Rajabasa 

  • Bagikan
Kondisi desa di pesisir Lampung Selatab pascatsunami pada Sabtu malam, 22 Desember 2018.
Kondisi desa di pesisir Lampung Selatab pascatsunami pada Sabtu malam, 22 Desember 2018.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Sebanyak 14 korban tewas karena terjangan gelombang tinggi akibat tsunami ditemukan tim SAR gabungan dan warga di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu siang,  23 Desember 2018.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Teraslampung.com, ke-14 jenazah korban yang berhasil ditemukan akan disemayamkan sementara di Masjid Nurul Hidayah dan rencananya jasad korban tewas akan segera dimakamkan.

Desa Way Muli yang terdiri atas Dusun Way Muli Induk dan Way Muli Timur di Kecamatan Rajabasa,Lampung Selatanm menjadi salah satu desa yang paling parah terkena dampak tsunami.Banyak rumah warga di desa tersebut yang hancur dan rata dengan tanah.

Sampai Minggu sore tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri dan relawan lainnya bersanma warga masih mengevakuasi dan mencari korban lainnya.

Diperkirakan, masih banyak korban yang belum ditemukan akibat terjangan gelombang tinggi yang terjadi Sabtu malam 22 Desember 2018.

Akibat gelombang tinggi yang melanda pesisir Lampung Selatan, Dermaga Canti di pesisir Kecamatan Rajabasa tersebut rusak parah. Dermaga Canti yang sehari-hari menjadi akses transportasi warga Pulau sebesi tidak bisa dilalui lagi akibat rusak parah. Bahkan papan lantai di dermaga tersebut, habis disapu gelombang tinggi.

Tidak hanya itu saja, beberapa warung yang ada di kawasan pantai ini juga rata dengan tanah disapu gelombang tinggi. Akibatnya, aktivitas warga di Dermaga Canti lumpuh totol. Tidak ada aktivitas kapal transportasi tradisional di Pulau Sebesi.

“Semalam gelombang tinggi datang menghantam, jadi seluruh rumah warga di Desa Way Muli ini porak-poranda. Bahkan lantai Dermaga Canti habis semua disapu gelombang,”kata Doni, salah seorang warga setempat.

  • Bagikan