Beranda Hukum Kriminal Tujuh Pelaku Gendam Diringkus Polisi di Desa Bumiraya Lampung Utara

Tujuh Pelaku Gendam Diringkus Polisi di Desa Bumiraya Lampung Utara

188
BERBAGI
Ilustrasi

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Tujuh terduga pelaku ‎hipnotis atau gendam dibekuk oleh anggota Polres Lampung Utara, Selasa (23/10/2018). Mereka ditangkap tak lama setelah beraksi di rumah salah satu korbannya di Dusun Sukajadi, Desa Bumiraya, Abung Selatan.

‎Ke-7 pelaku yang diamankan itu, yakni Edianto (40), Ahmad Ansori (34), Dwi Rahayu (24), Khusnul Rohayati, Tati (38), Hesti Sugiyem (35). Mereka berenam merupakan warga Kalideres, Jakarta Barat. Sementara Romico (36) tercatat sebagai warga Desa Pasar Ulu Krui, Pesisir Barat.

“Para tersangka diamankan usai beraksi di rumah salah satu korban di Desa Bumiraya, Abung Selatan,” terang Kasat Reskrim AKP Donny Kristian Bara’langi,‎ Rabu (24/10/2018).

Para pelaku yang diduga mahir dalam ilmu hipnotis/gendam ini sengaja mendatangi rumah korban- korbannya dengan menggunakan mobil. Rumah pertama yang mereka datangi di kawasan itu ialah kediaman Novitaloka (19).

‎Para pelaku berpura – pura menawarkan peralatan rumah tangga meski barang yang mereka tawarkan hanya berupa brosur atau selebaran saja. Sama sekali tidak ada peralatan – peralatan itu daam bentuk fisik.

“Mereka menawarkan barang – barang, tapi barang yang ditawarkan tidak ada. Hanya brosurnya saja,” jelas dia.

Dengan kepiawaian mereka‎, korban Novi pun menyerahkan uang sebesar Rp600 ribu kepada mereka. Korban memberikan uang itu di bawah pengaruh hipnotis dari para tersangka. Selanjutnya, mereka pindah ke kediaman Derta Susilayani (30).

Derta kemudian diminta untuk mengambil brosur yang mereka bawa di kediaman Novi. Karena di bawah pengaruh hipnotis, korban Derta tanpa ragu langsung mengikuti permintaan para tersangka.

“Saat itulah mereka mengambil uang korban sebesar Rp340 ribu,” tuturnya.

Beruntung pengaruh hipnotis dari para pelaku tidak berlangsung lama‎. Kedua korban yang mulai tersadar langsung berteriak hingga menarik perhatian warga dan anggota polisi yang sedang patroli. Alhasil, para pelaku akhirnya diboyong menuju Mapolres Lampura.

“Mereka ngakunya baru sekali berbuat seperti ini. Tapi, kasus ini masih kami selidiki karena enggak menutup kemungkinan para pelaku bagian dari sindikat,” kata dia.

Loading...