Beranda Teras Berita Tujuh Poin Kesepakatan Penyelesaian Insiden Tolikara

Tujuh Poin Kesepakatan Penyelesaian Insiden Tolikara

191
BERBAGI
Pihak GIDI dan Muslim Tolikara bersama FKUB, NU, Sinode Kingmi dan Masyarakat Sipil Papua saat menyusun point-point kesepakatan penyelesaian masalah insiden Tolikara. (Foto: tabloidjubi.com)

Berkaitan dengan insiden Karubaga di Kabupaten Tolikara yang terjadi pada tanggal 17 Juli 2015, Umat GIDI dan umat muslim di Tolikara telah sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara bersama-sama, secara adat. Kedua belah pihak juga sepakat bahwa penyelesaian masalah ini akan diselesaikan sendiri oleh kedua belah pihak di Papua tanpa campur tangan pihak luar Papua.

Difasilitasi dan diprakarsai oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Provinsi Papua, Sinode Kingmi, Kelompok Masyarakat Sipil Papua dan Wartawan, Rabu (29/7/2015) kedua belah pihak menyepakati tujuh poin sebagai landasan penyelesaian masalah yang timbul karena insiden tanggal 17 Juli 2015.

Berikut Tujuh Poin Kesepakatan Tersebut

“Kesepakatan Bersama Umat Muslim dan Umat Kristen di Karubaga, Kabupaten Tolikara”

Pada hari ini, Rabu, tanggal Dua Puluh Sembilan bulan Juli tahun Dua Ribu Lima Lelas, kami yang bertandatangan di bawah ini, mewakili umat Islam dan Umat Kristen di Karubaga, Kabupaten Tolikara dengan ini menyatakan :
1. Insiden pada hari Raya Idul Fitri, Jumat 17 Juli 2015 di Karubaga, Kabupaten Tolikara bukan konlik agama, tetapi “miskomunikasi di natar kami dan kami menyatakan rasa duka atas jatuhnya korban baik jiwa maupun materill.
2. Kami saling memaafkan dengan tulus.
3. Kami sepakat penyelesaian yang kami tempuh adalah penyelesaian secara adat dan proses hukum harus dihentikan.
4. Kami sepakat membangun kembali Mushalla.
5. Kami sepakat untuk melaksanakan pemantauan kesepakatan secara berkala dan merawat kerukunan dan perdamaian.
6. Kami saling menjaga, menghormati dan menyerukan kepada seluruh umat beragama di Indonesia agar tetap menghormati umat GIDI dan umat Islam untuk bebas menjalankan ibadahnya seperti biasa.
7. Kami menyerukan kepada pemerintah untuk menjamin kebebasan menjalankan agama dan keyakinan beserta pendirian rumah ibadah.

Kesepakatan ini lahir tidak hanya dari keresahan, keprihatinan dan kecemasan kami, tetapi berakar dari pengalaman hidup damai dan bermartabat antara umat Kristen dan Islam di Karubaga, Kabupaten Tolikara selama bertahun-tahun serta harapan yang lebih damai dan bermartabat bagi kami.

Jayapura, 29 Juli 2015.
Kami yang bertandatangan :
1. Ustad Ali Mukhtar;
2. Ustad Ali Usman;
3. Pendeta Nayus Wonda;
4. Pendeta Marthen Jingga;
5. Pendeta Imanuel B. Genongga

Saksi-Saksi
1. Ketua NU Provinsi Papua, Dr. H. Tonny VM, Wanggai, MA;
2. President GIDI, Pendeta Dorman Wandikbo, S.Th;
3. Ketua FKUB Provinsi Papua, Pendeta Lipiyus Biniluk, M.Th

Kontak person :
1. Ustad Ali Mukhtar : 082230762848
2. Pendeta Dorman Wandikbo : 081248604070
3. Dr. H. Tonny VM, Wanggai, MA : 085244578870
4. Victor Mambor :08114800982

Loading...