Beranda News Nasional Tujuh WNI di Wuhan Tidak Ikut Dievakuasi, Ini Alasannya

Tujuh WNI di Wuhan Tidak Ikut Dievakuasi, Ini Alasannya

345
BERBAGI
Suasana jalan Kota Wuhan, Provinsi Yubei, China. Wuhan seperti kota mati setelah pemerintah Wuhan mengumumkan penutupan kota setelah virus corona menuyebar di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Foto diambil (26/1 - 2020). China Daily via Reuters

TERASLAMPUNG.COM —  Evakuasi WNI di Wuhan, Provinsi Hubei, China, yang dilakukan pemerintah hari ini (2/2/2020) ternyata bukan 245 atau 244 orang. Hari ini WNI di Wuhan yang dievakuasi hanya 237 orang. Artinya, ada 7 WNI yang tetap bertahan di Wuhan.

Tentang data ini, Kementerian Luar Negeri dalam dalam pernyataan resminya mengungkapkan 7 WNI yang tetap berada di Wuhan itu disebabkan beberapa alasam.

Menurut Kemenlu, menjelang evakuasi ada empat WNI yang memilih untuk tetap tinggal di Wuhan, China, karena alasan keluarga. Sedangkan tiga WNI lainnya tidak dapat memenuhi persyaratan kesehatan untuk terbang.

“KBRI Beijing terus menjalin komunikasi dengan ketiga WNI tersebut dan berkoordinasi dengan pihak asrama universitas serta otoritas China untuk memastikan kondisi dan kebutuhan yang mereka perlukan. Kemlu [Kementerian Luar Negeri] juga telah menghubungi keluarga masing-masing di Indonesia,” tulis pernyataan resmi Kemenlu, Minggu (2/2/2020).

Selain 237 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, turut dipulangkan ke Indonesia hari ini adalah satu orang warga negara asing yang berstatus suami WNI dan lima orang anggota Tim Aju KBRI Beijing.

Untuk bisa diberangkatkan ke Indonesia, mereka harus memenuhi syarat protokol internasional. Antara lain menjalani pemeriksaan kesehatan berlapis baik yang dilakukan otoritas kesehatan China maupun Tim Dokter Indonesia di Bandara Internasional Wuhan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dalam keadaan sehat.

Saat transit di Batam dan sebelum dipindahkan ke pesawat TNI AU, seluruh penumpang kembali menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam dan dinyatakan seluruhnya dalam kondisi sehat.

Setiba di Natuna, para penumpang menjalani proses observasi selama 14 hari di Lanud Raden Sadjad.

Kementerian Kesehatan, TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah menyiapkan fasilitas umum dan kesehatan untuk keamanan dan kenyamanan bersama.

Kementerian Luar Negeri bersama Perwakilan RI Beijing, Guangzhou, Shanghai dan Hong Kong terus memantau kondisi WNI di berbagai wilayah di China.

Seperti diketahui, provinis Hubei, China menjadi pusat penyebaran virus Corona. Sebanyak 90% korban jiwa secara global berasar dari wilayah tersebut.

Hari ini pemerintah China melaporkan sebanyak 304 orang di Kota Wuhan meninggal dunia karena virus corona.

Loading...