Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Tunjangan Bulanan Kerap Hangus, Dokter Spesialis RSUR Mogok Kerja

Tunjangan Bulanan Kerap Hangus, Dokter Spesialis RSUR Mogok Kerja

6961
BERBAGI
Syah Indra Husada
Syah Indra Husada

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi — Seluruh dokter spesialis di Rumah Sakit Umum H.M.Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara ‎melakukan aksi mogok kerja mulai Senin (13/1/2020). Aksi mogok kerja ini merupakan puncak kekesalan mereka karena nyaris tiap tahun uang tunjangan mereka selalu hangus beberapa bulan.

“Iya, memang benar seperti itu,”‎ terang Pelaksana Tugas Direktur RSUR, Syah Indra Husada Lubis, Senin (13/1/2020).

Ia menuturkan, aksi mogok ini dilatarbelakangi oleh ‘ketidakpuasan’ dari para dokter spesialis yang kerap menerima tunjangan bulanan yang tidak selalu utuh tiap tahunnya. Rinciannya, 2 bulan tunjangan tidak cair di tahun 2018‎. Lalu, di tahun 2019, tunjangan yang tidak dibayarkan mencapai 3 bulan.

“Tapi, yang lebih bagusnya, silakan hubungi mereka saja karena mereka yang bisa jelaskannya,” kata dia.

Sedianya, Syah Indra mengatakan, insiden seperti ini tidak boleh terjadi karena berimbas langsung terhadap pelayanan pasien. ‎Hal ini yang seharusnya diperhatikan oleh para koleganya sebelum memutuskan aksi mogok kerja.

“Mudah – mudahan sudah ada solusi terbaik ‎hari ini. Saya harap besok sudah normal lagi,” tuturnya.

‎Adapun besaran tunjangan yang diterima oleh para dokter spesialis tersebut tiap tahunnya berbeda – beda. Tahun 2018, tunjangan mereka hanya Rp10 juta/bulan, sedangkan tahun 2019 naik menjadi Rp15 juta/bulan.

“Total ada sekitar 17 sampai 20 dokter spesialis yang kita punya,” kata dia.

‎Menyikapi aksi mogok kerja tersebut, Penjabat Sekretaris Kabupaten, Sofyan mengimbau kepada seluruh dokter spesialis untuk tetap mengutamakan pelayanan terhadap pasien. Seluruh pasien tidak boleh sampai terlantar hanya dikarenakan persoalan ini.

“Saya mengetuk hati nurani mereka supaya tidak menelantarkan para pasien,” imbaunya.

‎’Kegelisahan’ para dokter spesialis terkait hangusnya tunjangan ditambah lagi dengan kabar tunjangan hanya dianggarkan untuk tiga bulan sudah terjawab. Semua kabar itu hanya hoax karena Pemkab Lampung Utara telah mengalokasikan tunjangan itu selama satu tahun di tahun 2020 ini.

“Saya sudah cek di bagian keuangan, tunjangan itu sudah dialokasikan untuk 12 bulan‎. Jadi, tidak perlu khawatir,” urai dia.

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaPilkada Serentak 2020, Bawaslu Lamsel akan Awasi Rekrutmen Calon Anggota PPK
Artikel berikutnyaPilkada Lamsel 2020, PKS Wawancarai Empat Bakal Calon Kepala Daerah
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya