Tuntut Ahok Ditahan, Ratusan Umat Islam GNPF MUI Lampung Siap Berjihad ke Jakarta

  • Bagikan
Demo tuntut Ahok ditahan.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Ratusan umat Islam dari 24 ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Lampung siap berangkat ke Jakarta untuk berunjuk rasa menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditahan, setelah ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu. Hal itu diungkapkan perwakilan GNPF MUI Lampung saat menggelar aksi damai bela Islam Jilid III di BundaraTugu Adipura, Bandarlampung, Jumat (25/11/2016) sore sekitar pukul 14.30 WIB.

Mereka yang siap demo ke Jakarta pada 2 Desember 2016 adalah Fron Pembela Islam (FPI) Lampung, Forum Komunikasi Pondok Pesantren, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, HMI Bandarlamputng, Kesatuan aksi mahasiswa muslim indonesia (Kammi), Paku Banten dan beberapa ormas islam lainnya yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Lampung.

Irfansyah salah satu pengurus dari perwakilan Fron Pembela Islam (FPI) Lampung di hadapan para peserta aksi dalam orasinya mengatakan, bahwa Indonesia adalah negara hukum yang semestinya penegakkan hukumnya harus adil dan transparan.

“Indonesia ini kan negara hukum, dengan kasus si penista agama ini, kami semua telah diperdayai Ahok hanya ditetapkan sebagai tersangka saja. Kenapa tidak dilakukan penahanan?”ujarnya.

Dikatakannya, aksi bela islam Jilid III yang dilakukannya ini, tanpa ditunggangi ataupun kepentingan dari siapapun. Tuntutan kami, Ahok yang sudah ditetapkan tersangka harus segera dipenjarakan tanpa terkecuali.

“Kami akan terus mengawal kasus pensitaan agama ini hingga tuntas, kami semua siap kepala jadi kaki, kaki jadi kepala sampai titik darah penghabisan dan siap mati sahid,”teriaknya dan saat itu juga, disambut dengan jawaban siap oleh ratusan peserta aksi bela islam Jilid III.

“Kami semua ormas Islam Lampung, siap untuk berjihad berangkat ke Jakarta menggelar aksi bela islam jilid III bersama GNPF MUI pusat pada 2 Desember 2016 mendatang,” imbuhnya.

Yusuf Ilhamid, pengurus sebuah Ponpes Bandarlampung, mengatakan pihaknya berharap Presiden RI, Kapolri dan para pemangku kepentingan pusat dibukakan pintu hatinya untuk menegakkan hukum yang benar khususnya untuk kasus penista agama diduga dilakukan oleh Ahok.

“Saya berani jamin, jika tuntutan kami dipenuhi dan dilaksanakan, aksi seperti ini tidak akan terjadi lagi,”katanya.

Hal senada juga dikatakan oleh salah satu pengurus Paku Banten, Tubagus Rahman dalam aksi tersebut.

  • Bagikan