Tuntut KPK Jadikan Nunik Tersangka, AMLB Tuntut Jaksa Hadirkan Ny.Lee

  • Bagikan
Aksi Aliansi Masyarakat Lampung Bersih (AMLB) di depan Kantor Pengadilan Negeri Tanjungkarang menuntut KPK menetapkan Chusnunia Chalim sebagai tersangka dan JPU kasus Mustafa menghadirkan Ny. Purwanti Lee di persidangan, Kamis (15/4/2021).

TERASLAMPUNG.COM — Setelah hampir sepuluh tahun namanya tidak pernah terungkap ke publik sebagai bandar atau pemodal calon kepala daerah, nama Ny. Purwanti Lee beberapa kali disebut beberapa saksi dalam sidang kasus gratifikasi dengan tersangka mantan Bupati Lampung Tengah Mustaha di pengadilan tipikor PN Tanjungkarang.

BACA: Sidang Fee Proyek Mustafa, Rp 1 Miliar Disebut Masih ‘Nyangkut’ di Nunik

Hari ini (15/4/2021) penyebutan nama Ny. Purwanti Lee bahkan jauh lebih keras. Melalui aksi unjuk rasa menjelang digelarnya sidang kasus Mustafa, elemen yang menamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Lampung Bersih (AMLB) yang menggelar unjukrasa di depan Pengadilan Negeri Tanjungkarang Bandarlampung, Kamis 15 April 2021, beberapa kali meneriakkan nama Ny. Puwanti Lee.

Mereka membawa papan berlatar putih dan bertuliskan “Panggil Ny. Lee Secepatnya”.

Mereka menuntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK agar menghadirkan Vice President Sugar Group Company (SGC) Nyonya Purwanti Lee dan Ketua DPC PKB Lampung Tengah Slamet Anwar menjadi saksi dalam persidangan Mustafa.

Emir Faisal Sanjaya, salah satu peserta aksi, bahkan mendesak KPK segera menetapkan status Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik sebagai tersangka dalam kaitannya pada kasus Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Menurut Emir, baik Ny. Purwanti Lee maupun Nunik sama-sama disebut dalam fakta persidangan terkait uang mahar perahu PKB yang dipakai pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim maju pada Pilkada Lampung 20218.

BACA: Kasus Fee Proyek Mustafa, Nunik Bantah Menerima Uang Rp1 Miliar Lebih

“Selain diduga menerima aliran dana dari mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, Nunik juga diduga menghalang-halangi proses penyidikan kesaksian seorang saksi,” kata Emir.

Dalam beberapa persidangan sebelumnya nama Nunik memang disebut oleh beberapa saksi sebagai pihak yang berperan dalam mendapatkan uang puluhan miliar rupiah dari Mustafa. Uang itu sebagai ‘deal’ Mustafa untuk menggunakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Pilgub 2018. Namun,kemudian pemberian dari Ny. Purwanti Lee disebut-sebut lebih besar sehingga PKB batal mengusung Mustafa.

PKB akhirnya mengusung calon yang disodorkan Ny. Lee, yaitu Arinal Djunaidi. Arinal yang berpasangan dengan Nunik kemudian memenangi Pilgub Lampung 2018.

 

  • Bagikan