Tuntut Revisi UMP dan UMK, Ribuan Buruh di Batam Berunjuk Rasa

  • Bagikan
Ribuan buruh dari berbagai elemen organisasi pekerja di Batam berunjuk rasa di Stadion Tumenggug Abdul Jamal, Senin (6/12/2021). Foto: Terasbatam.id
Ribuan buruh dari berbagai elemen organisasi pekerja di Batam berunjuk rasa di Stadion Tumenggug Abdul Jamal, Senin (6/12/2021). Foto: Terasbatam.id

TERASLAMPUNG.COM, BATAM — Ribuan buruh dari berbagai elemen organisasi pekerja di Batam berunjuk rasa di Stadion Tumenggug Abdul Jamal, Senin (6/12/2021). Mereka menuntut Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Walikota Batam Muhammad Rudi merevisi penetapan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kota (UMK) 2022 yang dinilai tidak layak.

Sesepuh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam Suprapto mengatakan, aksi buruh yang dilakukan pada hari ini, Senin (06/12/2021) meminta agar Gubernur mencabut kasasi di Mahkamah Agung tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) Kepri dan Upah Minimum kota Batam 2021.

Selain itu, buruh juga meminta Gubernur untuk merevisi SK No 1373 tahun 2021 tentang UMK Batam tahun 2022.

“Kenaikan upah untuk tahun depan tidak manusiawi,” kata Suprapto.

Menurut Suprapto, selain akan melakukan aksi ke kantor perwakilan Gubernur di Batam (Graha Kepri), Massa buruh juga akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Kepri Dompak, Kantor DPRD Kepri, Kantor Walikota Batam, Kantor DPRD Batam dan dikawasan Industri.

Sebelumnya Gubernur Kepulauan Ansar Ahmad menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Batam untuk tahun 2022 sebesar Rp 4.186.359, terjadi kenaikan sebesar 0,85 persen dari UMK tahun 2021, atau naik sebesar Rp 35.429,51. Kenaikan UMK Batam paling besar dibandingkan 6 Kabupaten dan Kota lainnya di Provinsi Kepri.

Kepala Biro Humas, Protokol dan Penghubung Pemprov Kepri, Hasan, Kamis (2/11/2021) mengatakan, Gubernur telah memutuskan besaran UMK tahun 2022.

“Dalam proses penetapannya semua prosedur dan regulasi sudah dijalani. Keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah dan pertimbangan yang matang,” kata Hasan.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menurut Hasan, telah melakukan penetapan UMK Batam pada 1 Desember kemarin sebesar sebesar Rp 4.186.359. atau terjadi kenaikan sebesar 0,85 persen dari UMK tahun 2021, atau naik sebesar Rp 35.429,51, UMK Batam tahun 2021 sebesar Rp 4.150.930.

Jalanan Macet Total

Aksi buruh yang berunjukrasa di Stadion Tumenggung Abdul Jamal menyebabkan akses jalan di sekitar lokasi menjadi macet total. Buruh-buruh dari sejumlah Kawasan industry seperti Batamindo, Panbil Industril Estate, Tanjung Uncang, Batam Centre dan Batu Ampar yang bergerak menunju ke Stadion Tumenggung Abdul Jamal secara konvoi menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Sejumlah sekolah yang sedang menyelenggarakan ujian tengah semester (mid test) memberikan dispensasi kepada para siswanya untuk mengikuti sesi berikutnya atau penjadwalan ulang karena macet yang menyebabkan mereka terlambat menuju sekolah.

Seperti di SMA Kartini Batam yang memberikan informasi melalui whatsapp group kepada Wali Murid untuk kelonggaran waktu tersebut yang diakibatkan jalanan macet di hampir seluruh bagian jalan di Kota Batam.

TERASBATAM.ID

  • Bagikan