Tur Literasi Jawa 48: Gempa Literasi di Bromo

  • Bagikan

Oleh Gola Gong

Kami menyanyi “Rumah Kita” bersama anak-anak. (Ist/Gola Gong)

Kamis 6/11/2014 , pukul 10:00-12:00, kami masih masih di TBM Aksara, Sukodono, Sidoarjo pimpinan Abu Akmal Lathif. Setelah makan siang di warung bebek Duckland, Mep Yusron dkk, yang mengatur perjalanan Jatim Membaca bersama Dwi Astutik, berpisah.

Kami meluncur ke Porong. Jalur jalan raya pos Daendels terganggu tragedi lumpur Lapindo. Kami mengeluarkan uang Rp20,000  untuk parkir. Rp 100,000 tiket masuk dan Rp 50 ribu untuk VCD 8 tahun Lapindo.

Sekitar pukul 15:00, kami terus ke timur. Pukul 17:30, Tur Literasi Jawa sampai di Probolinggo. Check in di Hostel Darma, Rp 85.000/kamar, tanpa AC. Asyik.

Jumat 7/11/2014 , pukul 07:00 kami menuju Bromo. Jalannya seperti ke Nepal dan Dieng. Hanya Dieng basah, Bromo kering

Kami berhenti di SD Ngadisari 2, Sukapura, Cemoro Lawang. Ada 43 anak berseragam pramuka bermain bersama kami. Baehaqi Muhammad menyanyi “Rumah Kita”, Ardian Je membaca puisi di novel ‪ Pasukan Matahari‬, saya Dan Rudi Rustiadi membagikan minuman serta permen, Firmansyah Keren jadi fotografer. Juga ada games.

Kami menutup acara di siang yang hangat ini dengan menyerahkan sembako buku, Tunas Integritas KPK dari Sandri Justiana, dan Booktime dari Asia Foundation Sintadewi Aryasatyani.

Kami menyewa homestay Rp 350.000 dan jeep ke Penanjakan 1 dan Bromo Rp. 400.000. Nanti tahun 2015, kita ke Bromo sekeluarga Mamah Tias Tatanka, ya. Mennggu Aa Gabriel pulang.

  • Bagikan