Beranda News Pers UKJ AJI di Palembang, Jurnalis Harus Bertanggungjawab kepada Publik

UKJ AJI di Palembang, Jurnalis Harus Bertanggungjawab kepada Publik

220
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) ke-53 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Hotel The Zuri Palembang resmi ditutup Minggu (16/12/2018).

Sebelumnya diumumkan 3 peserta UKJ AJI terbaik kategori muda, madya dan utama. Terbaik kategori muda, Ahmad Supardi, jurnalis tempo.co, tingkat madya, Prawira Maulana, jurnalis Tribun Sumsel, dan tingkat utama, Imron Supriyadi, pemimpin redaksi Kabarsumatera.com.

Pada acara yang berlangsung dua hari (15-16/12/2018) ini diikuti 21 anggota AJI dari berbagai kota dan provinsi di Indonsia, Palembang, Medan, Jakarta, Yogyakarta, dan Jayapura.

Para peserta UKJ yang mengikuti jenjang jurnalis muda, madya, dan utama ini sudah menjalani serangkaian ujian. Diantaranya pengetahuan dasar jurnalisme, hukum pers, kode etik dan kode prilaku AJI. Pada tahap selanjutnya, peserta juga diuji terkait kerja jurnalistik seperti wawancara, membuat tulisan hingga mengonsep sebuah media. Tujuannya untuk bisa mewujudkan jurnalis profesional dan beretika.

AJI Indonesia sendiri mendatangkan sejumlah tenaga penguji, diantaranya Budisantoso Budiman, Oyos Saroso, Hendra Makmur, dan Ramond E.P.U. Para penguji menargetkan anggota AJI memahami etik dan standar kemampuan yang profesionalitas, serta tanggung jawab jurnalis terhadap publik.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Sabtu (15/12/2018) UKJ AJI kali ini dihadiri oleh dua narasumber tamu yakni staf Bawaslu Sumsel Ahmad Fajri dan pengamat politik, Bagindo Togar Butar Butar yang memaparkan kondisi terkini isu politik di Sumsel. Peserta pun diberi tugas sesuai dari arahan penguji dan jenjang yang diikuti.

Sebelum UKJ ini digelar, peserta juga sempat mengikuti workshop etik dan profesionalitas jurnalis dihadiri perwakilan Kedubes Australia di Jakarta pada Jumat (14/12). Sekretaris Kedutaan Australia Natassa Kaufman menyatakan, pihaknya menilai program-program yang diselenggarakan AJI sangat baik untuk meningkatkan profesionalisme dan menjaga integritas pers Indonesia.

Karena itu, pihaknya mendukung penuh UKJ AJI, sekaligus ingin berkomunikasi dengan masyarakat tentang pemahaman perkembangan informasi.

“Media tahu bagaimana mencari informasi, memahami isu, dan kompleksitas di masyarakat. Tapi jurnalis sebagai pekerja juga harus teruji integritasnya,”katanya.

kabarsumatera.com

Loading...