Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Ular Kobra Masuk Rumah Gegerkan Warga Dusun Ringin Agung II

Ular Kobra Masuk Rumah Gegerkan Warga Dusun Ringin Agung II

721
BERBAGI
Kateni, seorang pemuda warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo saat memegang ular kobra diameter 7 cm panjang 1 meter lebih yang masuk ke rumah warga di Jalan Karyawan Dusun Ringin Agung II Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel, Sabtu (1/2/2020) siang.
Kateni, seorang pemuda warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo saat memegang ular kobra diameter 7 cm panjang 1 meter lebih yang masuk ke rumah warga di Jalan Karyawan Dusun Ringin Agung II Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel, Sabtu (1/2/2020) siang.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Warga Jalan Karyawan Dusun Ringin Agung II, Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, digegerkan dengan kemunculan seekor ular kobra yang masuk rumah warga, Sabtu (1/2/2020) siang sekitar pukul 13.25 WIB. Beruntung, tidak ada warga yang menjadi korban gigitan ataupun semburan rancun ular yang mematikan tersebut.

Pantauan teraslampung.com dilokasi, ular kobra berwarna abu-abu dengan diameter 7 cm panjang 1 meter lebih tersebut, masuk ke dalam rumah warga bernama Salwanis (54) yang mengontrak rumah Ibu Hj. Yayah Jamaliyah di Jalan Karyawan, Dusun Ringin Agung II, Desa Sidodadi.

Tidak diketahui entah darimana asalnya, ular kobra tersebut tiba-tiba berada di dalam rumah dan bersembunyi di bawah kasur lantai di ruang tengah. Tentunya masuknya ular tersebut, membuat ketakutan warga terutama penghuni rumah. Kejadian itu, sontak membuat puluhan warga langsung ramai berkerumun ingin mengetahui keberadaan ular kobra tersebut.

Ular kobra yang masuk ke rumah Ibu Salwanis (54) di Jalan Karyawan Dusun Ringin Agung II Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel, Sabtu (1/2/2020) siang.
Ular kobra yang masuk ke rumah Ibu Salwanis (54) di Jalan Karyawan Dusun Ringin Agung II Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel, Sabtu (1/2/2020) siang.

Saat itu juga, warga berusaha mencoba untuk mengusir keluar serta menangkap ular kobra tersebut menggunaan kayu dan bambu. Namun tidak berhasil dilumpuhkan, meski sudah berusaha dipukul dan ular kobra itu masih tetap bersembunyi di bawah kasur lantai. Warga tidak berani begitu dekat, lantaran takut gigitan dan semburan bisa beracun ular.

Namun taklama kemudian, ular berbisa dan mematikan itu berhasil ditangkap dan langsung dimatikan oleh seseorang bernama Kateni, warga Desa Sidorejo yang saat itu kebetulan sedang melintas di Jalan Karyawan ketika ia hendak mencari batang pohon untuk bahan membuat bonsai.

Saat itu juga, Kateni langsung masuk ke dalam rumah warga yang dimasuki ula. Meski bukan seorang pawang ular, tapi begitu beraninya mental pemuda ini tanpa menggunakan alat dengan cepat dan sigap ia langsung menangkap ular kobra tersebut dan mematikannya dengan menekan kepala ular dengan jari tangannya.

Wes ora opo-opo, cekel wae ora nyokot ulone wes mati iki ulone. Awas Ngaliho mas nek ngono, tak cekele tak gowo metu neng jobo omah. (Sudah tidak apa-apa, pegang saja tidak gigit ulernya sudah mati ini ulernya. Awas minggir mas kalau begitu, saya pegangnya mau saya bawa keluar rumah),”ucap Kateni dengan dialek bahasa jawa.

Setelah dirasa ular berbisa itu benar-benar dipastikan mati, Kateni membawa keluar ular kobra dari dalam rumah tersebut dan menaruhnya dipinggir jalan hingga menjadi tontonan banyak warga.

Menurut Kateni, ular kobra ini masuk ke dalam rumah warga, tak lain karena di musim hujan sekarang ini membuat ular memang lebih sering mencari tempat yang aman untuk menghangatkan diri. Sehingga terkadang ia menjadi ‘Tamu tak diundang’ di dalam rumah.

Ular berbisa dan mematikan (kobra), dibawa ke luar oleh Kateni, seorang pemuda warga Desa Sidorejo
Ular berbisa dan mematikan (kobra), dibawa ke luar oleh Kateni, seorang pemuda warga Desa Sidorejo

Sementara Ibu Salwanis menuturkan, ia tidak mengetahui secara pasti masuknya ular itu ke dalam rumahnya. Awalnya ia hendak menonton televisi di ruang tengah, tiba-tiba di samping kasur lantai dan tepat memepet dengan tembok dinding ada warna hitam. Karena curiga, ia mencoba menggeser kasur lantainya, ternyata ular besar sudah berdiam melingkar di tempat itu.

“Jadi ularnya itu, diam sembunyi di dekat kasur lantai ruang tengah dan saat itu saya mau istirahat siang sembari nonton televisi,”ujarnya kepada teraslampung.com dan juga dihadapan ibu-ibu warga setempat yang penasaran ingin melihat ular berbisa dan mematikan tersebut.

Saat itu juga, kata Salwanis, ia langsung lari keluar rumah meminta bantuan para tetangganya. Taklama kemudian, warga ramai berdatangan dan berusaha mencoba untuk menangkap ular berbisa tersebut dari dalam rumahnya.

“Sampai merinding saya mas, kok ada ular sebesar itu masuk ke rumah saya. Untungnya saja saya tahu, dan alhamdulillah tidak mengigit saya,”ucapnya.

Kemudian ular berbisa dan mematikan itu, dibawa oleh warga setempat bernama Susilo atau Yus untuk dibuang lebih jauh dari permukiman warga padat penduduk.

Loading...