Beranda Seni Sastra Ultah Isbedy Stiawan dan Hari Lingkungan Hidup Dirayakan dengan Peluncuran “Kita Hanya...

Ultah Isbedy Stiawan dan Hari Lingkungan Hidup Dirayakan dengan Peluncuran “Kita Hanya Pohon”

180
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM–  Banyak cara dilakukaan orang untuk merayakan hari ulang tahunnya. Perayaan ulang tahun sastrawan  Isbedy Stiawan ZS akan digelar bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup, di Kafe Diggers, Bandarlampung, Sabtu (4/6/2016) malam. Acara yang ditaja Aura Publishing itu dimeriahkan dengan peluncuran antologi puisi Isbedy Stiawan ZS berjudul Kita Hanya Pohon


Menurut Pimpinan Aurau Publishing, Ikhsanuddin, perayaan HUT Isbedy digelar untuk memberikan penghargaan kepada sastrawan yang memiliki dedikasi panjang di dunia sastra.

“Peluncuran Kita Hanya Pohon berkaitan peringatan Hari Lingkungan Hidup sekaligus merayakan 58 tahun usia sastrawan Isbedy yang amat panjang dedikasinya pada dunia sastra.Saya sudah lama mengenal kesenimanan Isbedy. Itu yang membuat saya ingin bekerja sama menerbitkan puisi-puisinya, sekaligus merayakan hari lahirnya yang jatuh pada 5 Juni 2016 bertepatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia,” kata Ikhsan, Senin (30/5).

Dikatakannya, semula kegiatan ini dijadwal pada Minggu (5 Juni 2016)  malam, tetapi kemudian jadwalnya dimajukan.

“Kami majukan karena Minggu malam sudha masuk  malam pertama Ramadhan. Kami majukan acaranya menjadi pada Sabtu (4/6/2016) malam di Kafe Diggers,” katnya.

Ikhsan menambahkan, peluncuran buku puisi Kita Hanya Pohon yang diisi dengan pembacaan puisi dan diskusi ihwal lingkungan hidup tersebut, juga sebuah seremonial perayaan hari lahir sastrawan Isbedy.

Untuk pembacaan puisi, panitia mengundang dan berharap Ketua Umum Lembaga Seni Qasidah Indoensia (Lasqi) DPW Lampung Ibu Yustin Ridho Ficardo, Anggota DPRD Lampung dan Sekum DPW PKS Ade Utami Ibnu, anggota DPRD Kabupaten Pringsewu Christina Jhowry, dan lain-lain.

“Pada sesi diskusi kami jadwalkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Sutono dan dari Walhi, dengan tema Merawat Pohon, Menjaga Bumi dan Kehiduoan,” katanya.

38 Tahun Kesastrawanan Isbedy

Tahun 2016 ini merupakan 38 tahun perjalanan Isbedy Stiawan ZS menggeluti dunia literasi, khususnya sastra. Hal ini, jelas Ikhsan, jika merujuk dari cerita sastrawan tersebut bahwa cerpen pertamanya dimuat di media nasional pada 1978.

“Saat itu Isbedy baru berusia 20 tahun, sebuah cerpen bertema kritik sosial diterbitkan koran Jakarta. Tetapi ia sudah merintis sejak 1976 di RRI Tanjungkarang,” kata Ikhsan.

Dari perjalanan panjang proses “menjadi” sekaligus merayakan 58 tahun usia sastrawan Isbedy ini, lanjut dia, sepatutnya diberi apresiasi dan penghargaan.

“Seperti saya kutip ucapan Wakil Gubernur Lampung Bapak Bachtiar Basri, yang kita hargai pada Isbedy adalah proses untuk menjadi itu, bukan ketika ia sudah seperti sekarang,” tutur Ikhsan.(*)