Umat Hindu di Pringswu Peringati Hari Raya Nyepi Secara Sederhana

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM — Umat Hindu di Kabupaten Pringsewu Peringati rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1943 yang jatuh 14 Maret 2021.

Rangkaian pelaksanaan Peringatan Hari Raya Nyepi yang biasanya dipusatkan di kecamatan Sukoharjo, kali ini digelar  di masing masing pura.

“Kami berdoa semoga bencana yang melanda dunia, khususnya Indonesia segera berakhir. Virus Corona semoga segera ditemukan obatnya dan Vaksinasi berjalan dengan lancar,” kata Anton Subagiyo, Sekretaris Sabawalaka PHDI Kabupaten Pringsewu.

Anton Subagiyo yang juga sebagai anggota DPRD Pringsewu dari Partai Golkar itu mengatakan, pada masa Pandemi Covid-19 -19 sesuai Edaran Parisada Hindu Darma Pusat, Propinsi, dan Kabupaten dalam rangka memutus penyebaran Virus Corona rangkaian Nyepi tahun Saka 1943 dimulai dengan upacara sederhana. Di antaranya Upacara Melasti (penyucian diri).

Semula sebelum pandemi perayaan dipusatkan di Pura Tri Dharma Yoga di Pekon Panggungrejo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. Saat ini dilakukan di Pura masing-masing. Umat Hindu melakukan persembahyangan memohon kesucian lahir maupun batin, serta mensucikan pratime, persenjataan dewata nawa sanga, dan peralatan pelengkapan Pura.

Pelaksanaan Hari Raya Nyepi dilaksanakan selama dua hari, (11 -12 Maret 2021), di Pura masing-masing, peserta dibatasi dilanjutkan dengan upacara pengobor obor/tawur agung pada tgl 13 tilem kesanga melaksanakan upacara Buta Yadnya /tawur agung kesanga guna mmbersihkan Buana Agung Buana Alit dilaksanakan pukul 17.20.45 WIB agar semua mahluk hidup terhindar dari mara baya terutama virus corona.

Lalu  dilanjutkan pada tanggal 14 Maret melakukan Catur Brata Penyepian /Meditasi dengan amati geni (matikan api baik api kemarahan, api kedengkian, dan api kompor, amati Lelungan (tidak bepergian) Amati Karya (tidak bekerja) Amati Lelanguan (tidak menghidupkan HP, televisi, radio dan Musik musik lainya).

Pada 15 Maret 2021 dilaksanakan upacara Ngembak geni yaitu upacara persembahyangan dengan memohon tirta amerta semoga kembali ke ajaran suci Dharma kebenaran di tahun saka 1943, dengan saling memaafkan dengan keluarga, umat Hindu lainya. Terang Anton Subagiyo (doy)

TERASPRINGSEWU.COM

  • Bagikan