UMP Provinsi Lampung 2023 Naik Jadi Rp2.633.284

K epala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu menjelaskan tentang UMP Lampung 2023, di Kantor Dinas Kominfotik Lampung, Jumat (2/12/2022).
K epala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu menjelaskan tentang UMP Lampung 2023, di Kantor Dinas Kominfotik Lampung, Jumat (2/12/2022).
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM–Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung tahun 2023 adalah Rp 2.633.284,59 atau naik 7,9 persen dari tahun lalu sebesar Rp 2.440.481,18 .UMP ini diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2023 mendatang.

K epala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu didampingi Kadis Kominfotik Lampung Ganjar Jationo mengatakan UMP Lampung tahun 2023 ditetapkan berdasarkan penetapan Pergub Lampung tentang UMP 2023 yang ditandatangani gubernur pada 28 November 2022, Pergub G/720/V.08/HK/2022 terkait UMP Lampung yang diberlakukan pada  1 Januari 2023 adalah sebesar Rp 2.633.284,59.

“UMP 2023 tersebut mulai berlaku bagi pekerja/buruh yang masa kerjanya kurang dari setahun, sedangkan pekerja yang lebih dari setahun sesuai dengan struktur dan skala upah. Diikecualikan bagi usaha mikro dan usaha kecil,” kata Agus Nompitu dalam konferesi pers  di Kantor Kominfotik Lampung, Jumat (2/12/2022).

Agus Nompitu menjelaskan pasca penetapan tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung Tahun 2023 yang ditetap

Berbagai pertimbangan dari penetapan UMP ini hasil dari dewan pengupahan Provinsi Lampung yang diketuai oleh Kadisnakertrans dan unsur perusahaan diwakili APINDO dan serikat pekerja daripada l serikat buruh, para akademisi pakar yang membidangi tenaga kerja.

Disnakertrans Provinsi Lampung bersama Diskominfotik mengedukasi agar hasil daripada UMP ini bisa mencerahkan masyarakat publik.

“Hasil dari Dewan Pengupahan itu merujuk Permen nomor 18 tahun 2022 tentang penetapan upah minimum tahun 2023, ini menjadi dasar hukum menetapkan UMP,” ujarnya.

Menurut Agus, Bagaimana pemerintah bisa memenuhi hak para pekerja buruh, agar mereka dapat kehidupan layak, bagaimana kualitas hidup, makro ekonomi, disamping itu perhatikan beberapa aspirasi dari masyarakat buruh dan perusahaan untuk keberlangsungan usaha. Jadi kedua duanya diperhatikan dari dua kepentingan tersebut.

“Dengan tingkat perekonomian di angka 3,91 persen dan inflasi, serta angka kemiskinan turun, dibawah Gubernur dan Wakil Gubernur Arinal Djunaidi dan Chusnunia. Ini merupakan hal yang luarbiasa, terkendali, angka kemiskinan turun. Dan juga IPM yang selama ini flat sekarang meningkat,” jelasnya

Selain itu, Agus juga mengimbau pada kab/ kota agar tidak boleh menetapkan UMK lebih rendah dari UMP. Bagi empat kab /kota yang belum memiliki Dewan Pengupahan (Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus dan Persibat) , maka harus nengacu pada UMP tahun 2022.

Sementara itu berdasarkan catatan yang dihimpun Teraslampung.com, besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung lebih besar dari 4 provinsi di Pulau Jawa.

Provinsi Lampung UMP nya Rp2,63 juta, Sedangkan Jawa Tengah Rp1,958 juta, Jawa Barat Rp 1,986 juta, Jawa Timur Rp 2,040 dan DI Yogyakarta Rp1,981 juta. Sedangkan Provinsi Banten selisih sedikit yakni Rp 2,666 juta.

Mas Alina Arifin