Beranda Seni Undangan Terbuka Mengikuti “Arts Spaces & Collaborative Projects — Networking Travel to...

Undangan Terbuka Mengikuti “Arts Spaces & Collaborative Projects — Networking Travel to Germany”

307
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Goethe-Institut mengundang pendiri, pemimpin, dan pengelola ruang seni dari Asia, Australia, dan Selandia Baru baik yang sudah mapan maupun yang sedang berkembang untuk mengajukan aplikasi untuk mengikuti program “Arts Spaces & Collaborative Projects —Networking Travel to Germany”. Peserta yang terpilih akan mendapat kesempatan untuk berjejaring dengan rekan sejawat yang menggarap ruang seni dan proyek kolaboratif di Jerman.

Dengan berfokus pada ruang seni dan proyek kolaboratif, program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan tempat setiap peserta dapat tumbuh dan membuka seluruh potensi yang dimiliki, yang pada gilirannya akan memicu pertukaran dan kerja sama jangka panjang di antara para peserta.

“Program ini akan mendorong peserta yang terpilih untuk mengeksplorasi tema-tema seputar ruang seni dan karya kolaboratif, seni sebagai ruang sosial dan ruang berpikir, politik kebudayaan, serta bagaimana pandemi COVID-19 mengubah cara seni bekerja dan berfungsi,” kata Ryan Rinaldy, Manajer Hubungan Masyarakat Goethe-Institut Indonesien, dalam rilis yang diterima teraslampung.com, Kamis (30/7/20200.

Dr. Ingo Schöningh, Kepala Bagian Progam Budaya di Goethe-Institut Indonesien, mengatakan Goethe-Institut mencari pelamar yang pernah mendirikan/memimpin/mengelola dan/atau sekarang sedang berkiprah di ruang seni. Selain itu, pelamar yang pernah terlibat dan/atau sekarang sedang berkarya dalam proyek artistik kolaboratif juga memenuhi syarat untuk berpartisipasi.

“Kami mengundang pelamar yang sangat berminat mengejar keberlanjutan ruang seni dan proyek artistik lainnya. Lebih lanjut, kami juga membuka kesempatan untuk mereka yang sangat ingin melibatkan diri dalam dialog dan bersedia berempati dengan orang-orang dengan beragam latar belakang dan perspektif,” ujarnya.

Syaratnya, antara lain, pelamar harus mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris dan bertempat tinggal di Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, Australia atau Selandia Baru.

Batas waktu pengajuan aplikasi untuk pelamar dari Indonesia adalah tanggal 23 Agustus pukul 23.59 WIB (GMT+ 7).

Menurut Ryanb, karena adanya  pandemi Covid-19 saat ini, program akan terbagi ke dalam dua tahap. Pertama, pelamar yang diterima akan mengikuti pertemuan daring melalui platform digital yang diadakan sampai dengan tiga kali seminggu dari tanggal 20 September hingga 10 Oktober 2020. Peserta yang terpilih akan bertemu dan berinteraksi dalam perbincangan daring terpandu dan tur virtual.

“Selanjutnya, mereka akan mengikuti kunjungan 7 hari ke Berlin pada musim semi/musim panas 2021, sepanjang dimungkinkan oleh penerbangan internasional,” katanya.

Ryan mengatakan Goethe-Institut akan menanggung biaya perjalanan, termasuk akomodasi dan makanan di Jerman, dan akan membantu peserta dalam pengurusan visa. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: goethe.de/indonesia/networkingtravel.

Yang tertarik melamar bisa mengirim aplikasi berikut ke maya.maya@goethe.de:

– Sebuah tautan untuk mengunduh video berdurasi maks. 3 menit mengenai Anda, kerja Anda, dan ruang/proyek (besar file maks. 50 MB).

– Formulir aplikasi yang telah diisi lengkap dalam bahasa Inggris. Silakan unduh formulir di: www.goethe.de/indonesia > Culture > Services > Open Call.

“Harap siapkan lamaran Anda hanya dalam bentuk digital. Kami tidak akan mempertimbangkan lamaran yang ditulis tangan, dicetak, atau dipindai,” katanya.

Loading...