Unila akan Berikan Gelar Doktor HC kepada Herman HN, Ini Alasannya

  • Bagikan
Walikota Bandarlampung, Herman HN
Walikota Bandarlampung, Herman HN

TERASLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) akan memberikan gelar doctor honoris causa (Doktor HC) kepada Wali Kota Bandarlampung Drs. Herman H.N., M.M..

Untuk merealisasikan rencana tersebut, para petinggi Unila sudah menggelar rapat pleno pada 29 Januari 2021. Salah satu agendanya, membahas pertimbangan atau persetujuan usulan peraturan rektor (pertor) pemberian gelar doktor kehormatan.

“Alhamdulillah usulan peraturan rektor pemberian gelar doctor honoris causa untuk Prof. Margaret J. Kartomi dan Drs. Herman, H.N., M.M., sudah disetujui,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Dr. Heryandi, S.H., M.S., dikutip Teraslampung.com dari laman Unila,Sabtu (6/2/2021).

Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Internasional Fakultas Hukum (FH) Unila ini menjelaskan, keputusan penganugerahan gelar kehormatan Unila ini sudah melalui beberapa tahapan.

Menurutnya, ketuai penganugerahan gelar kehormatan tersebut adalah Prof. John Hendri, M.S..

“Unila sudah melakuan pendaftaran verifikasi berkas hingga rapat terkait penilaian dan evaluasi. Tinggal nanti pak rektor mengusulkan ke pusat,” kata Heryandi.

Selain Walikota Herman HN, Unila juga akan memberikan anugerah doktor kehormatan kepada peneliti budaya asal Australia, Prof. Margaret.

BACA JUGA:   Kurikulum 2013 Hanya akan Diterapkan di Sekolah yang Sudah Siap

Mantan Dekan Fakultas Hukum Unila ini menambahkan, Universitas Lampung memberikan gelar kehormatan kepada Herman H.N., dan Prof. Margaret karena keduanya dianggap telah berjasa bagi pengembangan pendidikan, pengembangan institusi, dan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, Herman H.N., selaku Wali Kota Bandarlampung telah banyak mendukung pengembangan dan kemajuan pendidikan di Lampung, khususnya pengembangan pendidikan di Unila.

Sedangkan Prof Margareth berdedikasi meneliti musik dan budaya Indonesia, khususnya budaya Lampung selama 50 tahun yang dituang dalam tulisan-tulisan terkait budaya dan hukum adat masyarakat Lampung.

”Ini upaya Unila untuk mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang mau meninggalkan jasa-jasa baiknya kepada dunia pendidikan kita ini,” katanya.

Menurut Heryandi, pemberian gelar doktor honoris causa menjadi indikator Unila untuk masuk pada World Class University (WCU) sebagaimana rekomendasi program yang disampaikan tim pakar WCU beberapa waktu lalu.

Pemberian gelar doktor honoris causa merupakan wewenang dari universitas bagi pihak yang dianggap sudah memenuhi kriteria ini.

Soal Gelar Kehormatan

BACA JUGA:   Kemenag Kembali Buka Seleksi Calon Mahasiswa S1 Timur Tengah

Mengutip salinan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2013 tentang Gelar Doktor Kehormatan.

Gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa) merupakan gelar kehormatan yang diberikan perguruan tinggi dengan program doktor terakreditasi A atau unggul kepada perseorangan yang layak memperoleh penghargaan.

Penghargaan diberikan berkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau berjasa dalam bidang kemanusiaan.

Hal itu diatur dalam Pasal 1 Permenristekdikti tersebut. Pasal 2 menjelaskan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, menyelenggarakan program doktor yang terkait dengan jasa dan/atau karya calon penerima gelar doktor kehormatan.

Kemudian, calon penerima gelar doktor kehormatan berkewarganegaraan asing telah menunjukkan jasa dan/atau karya yang bermanfaat bagi kemajuan, kemakmuran, dan/atau kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia.

Tata cara dan syarat pemberian gelar doktor kehormatan diatur masing-masing perguruan tinggi. Adapun gelar doktor kehormatan yang selanjutnya disingkat Dr. (H.C.), ditempatkan di depan nama penerima.

Menteri dapat mencabut gelar doktor kehormatan apabila tidak memenuhi persyaratan seperti diatur dalam peraturan menteri.

  • Bagikan