Unila akan Jadi Tuan Rumah Sarasehan Nasional Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa

  • Bagikan
Rektor Unila yang juga Ketua FRPKB, Prof. Dr. Karomani, M.Si
Rektor Unila yang juga Ketua FRPKB, Prof. Dr. Karomani, M.Si

TERASLAMPUNG.COM– Universitas Lampung (Unila) akan menjadi tuan rumah dalam acara “Sarasehan Nasional Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa”  yang digelar Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB) pada 23-24 Desember 2021 mendatang.

Kegiatan yang akan digelar di Unila itu mengusung tema “Penguatan Karakter Kebangsaan Melalui Pengamalan Pancasila untuk Penanganan dan Penanggulangan Sikap Ekstremisme dan Terorisme, serta Penanganan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual”.

Rektor Unila yang juga Ketua FRPKB, Prof. Dr. Karomani, M.Si., menyampaikan  FRPKB merupakan himpunan para pimpinan perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam rangka penguatan nilai-nilai karakter kebangsaan bermuatan Pancasila dalam upaya menangkal intoleransi dan radikalisme serta terorisme. Saat ini FRPKB memiliki anggota 48 orang, yang terdiri atas para rektor se-Indonesia.

Menurutnya, forum ini lahir dilatarbelakangi komitmen untuk menegaskan perguruan tinggi yang dipimpin sebagai kampus Pancasila bebas dari perilaku dan tindakan intoleransi, radikalisme, terorisme, maupun kekerasan seksual.

Sarasehan bertujuan untuk menghasilkan berbagai pemikiran yang solutif dan inovatif dari perguruan tinggi dalam membangun karakter bangsa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Maju.

Kegiatan saresahan ini akan dihadiri sejumlah tokoh sebagai pembicara di antaranya ketua DPR RI, wakil ketua DPR RI, menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, menteri Pertahanan, menteri BUMN, serta menteri Desa dan PDTT.

Pada pertemuan yang diselenggarakan secara hybrid (online dan offline) itu juga akan dilaksanakan pembacaan dan penandatangan Deklarasi Lampung.

Rencananya, kegiatan dihadiri 1.700 peserta terdiri dari 200 peserta offline (pengurus FRPKB, para rektor, para pimpinan perguruan tinggi, tamu undangan) dan 1.500 peserta online (para dosen, para tenaga kependidikan, para mahasiswa) dari seluruh Indonesia.

Mas Alina Arifin

  • Bagikan