Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Unjuk Rasa di Kantor Pemkab Lampura, Ini Tuntutan Massa Pospera

Unjuk Rasa di Kantor Pemkab Lampura, Ini Tuntutan Massa Pospera

215
BERBAGI

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–P‎uluhan orang dari organisasi Pospera mendesak Pemkab Lampung Utara untuk menindak Sekretaris Kabupaten (Samsir) dan Wakil Bupati Sri Widodo yang dikabarkan jarang datang di kantor.

Tuntutan ini mereka sampaikan dalam aksi unjuk rasa yang mereka gelar pada pagi ini di pelataran parkir kantor Pemkab. Adapun koordinato aksi iaah Ketua DPC Pospera Lampung Utara, Juani Adami.

“Beliau berdua dikabarkan jarang terlihat masuk kantor. Lihat saja rumah dinas mereka yang seperti tidak ada penghuninya. Kami minta ada tindakan tegas terhadap ketidakdisplinan ini,” tegas Juani, Rabu (17/10/2018).

Di samping tuntutan itu, masih terdapat sejumlah tuntutan yang disampaikan oleh para pengunjuk rasa. Tuntutan – tuntutan itu di antaranya meminta Pemkab mengusut tuntas keberadaan mobil dinas Wakil Bupati Sri Widodo yang dikabarkan telah lama ‘menghilang’.

Mereka juga Sri Widodo mempertanggungjawabkan seluruh kebijakan yang pernah dibuatnya selama menjabat sebagai Peaksana Tugas Wakil Bupati. Terakhir, meminta Sri Widodo untuk terus aktif bekerja dan menghilangkan kesan menutup diri.

“Kami minta usut mobil dinas pak wakil bupatiyang sudah lama enggak kelihatan,” pintanya.

‎Usai berorasi, Asisten I Sekretaris Kabupaten Lampung Utara, Yuzar menemui para pengunjuk rasa. Ia meminta perwakilan massa untuk membahas tuntutan mereka di dalam ruang rapat. Usulan ini ditolak oleh pengunjuk rasa karena dianggap sebagai usulan yang tidak produktif.

Akhirnya Yuzar pun tak mempunya pilihan lain selain menjawab semua tuntutan tersebut langsung di hadapan para pengunjuk rasa. Menurutnya, Pemkab Lampung Utara telah memberikan ‎dua kali teguran tertulis kepada Samsir terkait ketidakdisplinannya tersebut. Bahkan, pihaknya akan kembali melayangkan surat teguran terakhir kepada yang bersangkutan.

“Pak bupati akan ‎kembali memberikan teguran ketiga kepada pak Sekda sebagaimana mekanisme yang ada. Kalau untuk wakil bupati karena itu jabatan politis maka pemkab melaporkannya kepada pihak Kementerian Dalam Negeri,” papar dia.

Tak lama berselang, Wakil Bupati Sri Widodo yang baru saja tiba terlihat langsung mendatangi para peng‎unjuk rasa. Ia membantah seluruh tudingan yang dialamatkan padanya. Menurutnya, ia hanya tidak masuk kerja tak lebih dari satu bulan. Itupun juga dikarenakan ia sedang menjalani pengobatan.

“Saya tidak masuk kerja hanya satu bulan karena sakit yang dibuktikan dengan surat yang sudah saya sampaikan‎ kepada pak bupati. Kalau soal mobi dinas, itu mobilnya ada di sana,” katanya sembari menunjuk ke arah parkiran.

Usai mendapat pemaparan dari Sri Widodo dan Yuzar, massa pun akhirnya membubarkan diri. ‎

Loading...