Beranda News Nusantara Unjuk Rasa Kembali Digelar di Jayapura, Kantor Majelis Rakyat Papua Dibakar

Unjuk Rasa Kembali Digelar di Jayapura, Kantor Majelis Rakyat Papua Dibakar

875
BERBAGI
Warga melakukan aksi dengan pengawalan prajurut TNI di Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu, 21 Agustus 2019. Sebelumnya diketahui terjadi persekusi dan aksi rasisme di asrama mahasiswa Papua, Surabaya, Jawa Timur pada 17 Agustus lalu. ANTARA via Tempo.co

TERASLAMPUNG.COM — Massa yang terdiri atas ribuan warga Papua dari berbagai elemen kembali turun ke jalan untuk berunjuk rasa di Kota Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, Kamis, 29 Agustus 2019.

Tuntutan mereka sama dengan beberapa unjuk rasa sebelumnya: menolak persekusi dan rasisme terhadap para mahasiswa Papua di Surabaya.

Dalam aksinya kali massa membakar Kantor Majelis Rakyat (MRP) Papua. Selain membakar kantor lembaga legislatif, massa juha melempasri batu sejumlah hotel dan kantor di Abepura dan Kotaraja juga dilempari batu.

Unjukrasa antirasisme itu merupakan aksi susulan setelah unjukrasa yang sama melibatkan puluhan ribu warga Kota Jayapura pada Senin (21/8/2019).

Sindikasi media Teraslampung di Papua, jubi.co.id, melaporkan  aksi  yang dimobilisasi Badan Eksekutif Mahasiswa perguruan tinggi se-Jayapura itu, aspirasi Hak Penentuan Nasib Sendiri melalui referendum kembali muncul. Bendera Bintang Kejora terlihat dibawa pengunjuk rasa.

Aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) juga turut dalam aksi itu menyatakan massa akan mendatangi Kantor Gubernur Papua.

“Ini aksi protes yang kedua kalinya di gelar di Jayapura. Kami akan turun jalan biar malam pun kami akan melakukan aksi long march untuk menyampaikan aspirasi kami,” kata Juru Bicara KNPB Pusat, Ones Suhuniap kepada Jubi, Kamis (29/8/2019).

Pada Kamis pagi, massa telah terkumpul di Abepura. Di kawasan pertokoan di Abepura, para pengunjukrasa berbaris membarikade jalan utama Abepura, menutup kedua lajur jalan itu, untuk menunggu massa aksi yang lebih besar. Toko dan supermarket di Abepura telah tutup sejak pagi, dan aktivitas warga di Abepura lumpuh.

Kamis siang, massa yang semakin besar kehilangan kendali, dan aksi itu berkembang menjadi amuk massa. Di Abepura, massa melempari sejumlah hotel dan kantor dengan batu, termasuk Hotel Grand Abe, Kantor PT Telkom Indonesia Tbk, Kantor Cabang BNI Abepura, Kantor Cabang Bank Papua Abepura.

Di Kotaraja, salah satu kota penting di Papua, massa melempari Hotel Horison Kotaraja dengan batu. Massa juga membakar Kantor Majelis Rakyat Papua. Hingga laporan ini diturunkan pukul 15.01 Waktu Papua, sebagian massa telah bergerak meninggalkan Kotaraja, menuju pusat Kota Jayapura. Sebagian massa lainnya masih berada di Kotaraja, Kota Jayapura.

Setelah sempat lumpuh selama beberapa jam, aktivitas warga di Abepura mulai pulih sekitar pukul 15.00 WP.

Warga telah kembali menggunakan ruas jalan raya dari Abepura menuju Padangbulan dan Waena. Akan tetapi, ruas jalan Abepura menuju Kotaraja dan pusat Kota Jayapura belum bisa dilalui warga.

Mengutip kantor berita Antara, Tempo melansir  Mal Jayapura yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Jayapura ditutup.

Di beberapa lokasi nampak massa berkelompok dan melakukan orasi. Seperti di Jalan Irian yang berada di pusat kota. Nampak massa yang berjumlah sekitar 50-an orang melakukan orasi, sedangkan aparat keamanan bersiaga di sekitarnya.

Beberapa sekolah memulangkan siswanya sejak pukul 09.30 WIT. Aparat keamanan TNI-Polri nampak berjaga jaga di sejumlah kawasan. Sedangkan massa pendemo dilaporkan masih berjalan kaki dari sejumlah wilayah termasuk dari Sentani yang saat ini sudah berada di Waena.

Angkutan kota tampak banyak yang memilih tidak beroperasi. “Memang kami sengaja tidak beroperasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Supri, salah satu supir angkot jurusan Entrop-Pasir Dua.

Aksi unjuk rasa menyebar hampir di seluruh wilayah Papua selama dua pekan terakhir ini. Mereka mengecam tindakan rasisme kepada mahasiswa Papua di Surabaya.

Massa bahkan ada yang menuntut referendum kemerdekaan Papua.

JUBI | TEMPO

Loading...