Untunglah Lidah SBY tak Bertulang

Bagikan/Suka/Tweet:

Oyos Saroso H.N.

Seandainya lidah SBY bertulang, maka SBY akan seperti orang gagu dan harus segera dilarikan ke rumah sakit paling mewah di Wasington DC. Ia mungkin akan tersedak tulang. Lidah tulang itu mungkin akan tergigit dan nyemplung ke lambung. Dokter paling hebat di Washington DC barangkali akan terkaget-kaget karena di dalam lambung SBY ada segumpal lidah warna kebiruan.

Tidak. Lidah SBY masih tidak betulang. Makanya, ia dengan sangat fasih bisa menimpali perkembangan politik mutakhir di Tanah Air. Terutama informasi tentang kemenangan kalangan pro-pilkada oleh DPRD dalam rapat paripurna DPR RI yang berlangsung hingga Jumat dini hari (26/9/2014). Ya, sebuah rapat “mahapenting” yang mempertontonkan suara saur manuk dan clemongan ala orang tidak berpendidikan.

Hanya orang yang tidak berpendidikan dan tidak tahu tata krama persidangan yang hobi saur manuk: perkataan ditimpali perkataan, ocehan dibalas ocehan., kekonyolan berbalas kekonyolan yang memuakkan.  Ups. maaf. Mereka tentu orang-orang berpendidikan. Bahkan mungkin setinggi langit. Gelar akademiknya barangkali sepanjang kereta api babaranjang (batu bara rangkaian panjang).

Ya. Barangkali, saur manuk dan clemongan itu hanyalah sebentuk kekhilafan atau kekenesan yang disengaja untuk menunjukkan bahwa mereka  gambaran rakyat yang juga suka saur manuk. Mereka merakyat.

Dari Negeri Paman Sam, kabarnya SBY kecewa lantaran para punggawa Partai Demokrat yang menjadi wakil rakyat dan menghuni Senayan ternyata kabur dari ruang rapat. Ups, maaf.Bukan kabur. Mereka walk out karena ingin netral. Bahasa Jermannya: tinggal glanggang colong playu. Bahasa Brasilnya: tidak bertanggung jawab alias ingin dapat bersihnya saja.

Kenapa SBY kecewa? Jawaban logisnya: karena SBY sudah telanjur  woro-woro bahwa dirinya dan partai besutannya mendukung pilkada langsung. Pilkada langsung, konon, merupakan wujud konkret demokrasi yang sesungguhnya. Sebagai pendekar demokrasi tentu saja SBY akan malu sehingga terpaksa harus menekuk wajah jika sampai tidak mendukung pilkada langsung. Apalagi, dua kali ia sukses menduduki kursi presiden karena dipilih langsung oleh rakyat.

Rasa kecewa yang dialami manusiaa biasanya kalau manusia itu gagal mewujudkan satu hal yang dicita-citakannya. Ungkapan rasa kecewa SBY yang dilontarkan di negeri orang seakan menggambarkan ia sejatinya menginginkan pilkada digelar secara langsung, tetapi hasil voting menunjukkkan kubu propemilihan kepala daerah oleh DPRD yang menang. Sampai di sini kita boleh tablo sejenak, menolah ke kanan-kiri, lalu tertawa sekencang-kencangnya.

Aneh. Itulah yang dugaan yang hinggap di kepala ratusan ribu pemilik akun media sosial sepanjang Jumat (26/9/2014), yang menghujat, menyindir, dan mengritik SBY karena para anggota Fraksi Partai Demokrat yang dipimpinnya keluar dari ruang rapat paripurna DPR karena 10 syarat absolut (hahahaha…. syarat kok pakai absolut segala—oshn) pilkada langsung yang mereka tawarkan tidak berbalas.

Tentu saja sangat aneh. Bagaimana mungkin seorang bos besar partai besar yang setiap perkataannya pasti akan dituruti anak buahnya seolah tidak tahu apa yang akan dilakukan anak buahnya? Orang yaang tidak pernah makan pojok sekolahan pun pasti meyakini bahwa keputusan Benny Harman dkk untuk walk out sudah melalui koordinasi dengan bosnya. Maka itu, ketika SBY ujug-ujug berteriak “Saya kecewa!” dari negeri seberang, jika para munyuk di kebun binatang tahu, mereka pun akan terhaha-haha  berkenpanjangan. Mereka tak bisa menahan geli.

Para munyuk itu mungkin akan bertambah geli kalau tahu SBY (Partai Demokrat) akan menggugat UU Pilkada.

“Tapi itu maksudnya biar SBY disebut sebagai pahlawan! Dia mau jadi pahlawan! Aih, cuma akal-akalan itu mah…” Bung Made Supriatma berteriak (juga dari Amerika).

***

Untunglah lidah SBY tidak bertulang. Kalau lidah SBY bertulang, semua menteri, juru bicara presiden, dan para anak buahnya di Partai Demokrat akan dibuat repot.

Kalau lidah SBY bertulang, maka ia tidak bisa pidato dengan gaya yang khas dan gambarnya disebar di youtube,….

Jika lidah SBY bertulang, ia tidak akan bisa menyanyikan lagu ciptaannya sendiri.

Ya…..untung saja….