Beranda Views Opini Urgensi Deputi Pengawasan di Kementerian BUMN

Urgensi Deputi Pengawasan di Kementerian BUMN

421
BERBAGI
Andi Desfiandi

Oleh : Andi Desfiandi

Publik hampir tiap hari disuguhi pemberitaan terkait banyaknya persoalan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mulai dari kasus Direktur Garuda, Jiwasraya, hingga skandal Asabri.

Perusahaan-perusahaan berpelat merah tersebut dari dulu sebetulnya memang bermasalah, baik tata kelola manajemen sampai prilaku oknum di dalamnya yang hanya mengeruk pundi demi kepentingan pribadi. Urusan untung itu nanti, sebab ini milik negara ini. Mungkin itu gambarannya secara umum.

Ketika kita tahu bahwa BUMN selalu merugi, perlu dipertimbangkan kemungkinan pembentukan deputi khusus pengawasan internal atau satuan khusus pengawasan internal di Kementerian BUMN.  Tugas dari deputi tersebut mengawasi dan mengaudit tata kelola atau manajemen dan keuangan holding, subholding, dan anak-anak perusahaan yang ada di BUMN.

Apa pun namanya nanti, tentu menjadi tugasnya Menteri BUMN. Sebab, satuan khusus tersebut langsung di bawah Menteri BUMN serta memiliki komite audit di tingkatan kementerian, dengan menempatkan internal auditor di level holding hingga ke anak cucu perusahaan.

Internal auditor di BUMN itu tidak lagi dibawah direksi BUMN, tetapi hanya bersifat koordinatif saja. Sedangkan hirarkinya langsung ke kepala satuan atau deputi pengawasan internal (tata kelola) di kementerian.

Dengan sistem tersebut diharapkan dapat meminimalkan fraud ataupun tata kelola yg kurang baik karena internal auditor langsung bertanggung jawab ke kementerian bukan kepada direksi BUMN.

Sebaiknya juga internal auditor di level holding ke bawah dilakukan rotasi atau mutasi berkala agar integritasnya tetap terjaga dan juga berinteraksi dan bekerja sama dengan audit eksternal. Kemungkinan dengan cara seperti itu atau dengan sistem tersebut diterapkan akan meminimalkan fraud, window dressing ataupun rekayasa laporan manajemen yang selama ini sering ditemukan.***

* Dr. Andi Desfiandi adalah Ketua Bidang Ekonomi Perhimpunan Bravo Lima

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaIni Alasan Zuraida Hanum Tega Membunuh Hakim Jamaluddin
Artikel berikutnyaDokter Spesialis Mogok, RSU Ryacudu Kotabumi Berhenti Layani Pasien
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya