Beranda Teras Berita Usaha Bengkel Las tak Cukupi Kebutuhan, Julian Alih Profesi Jadi Pengedar...

Usaha Bengkel Las tak Cukupi Kebutuhan, Julian Alih Profesi Jadi Pengedar Sabu

257
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com 

Tersangka Julian Samahan saat diperiksa di Mapolresta Bandarlampung, Rabu (17/6/2015).

BANDARLAMPUNG – Penghasilan dari bengkel las tidak mencukupi kebutuhan, Julian Samahan (24) beralih jadi pengedar sabu-sabu. Warga Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Campang Raya, Tanjungkarang Timur tersebut, dibekuk petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung di tempat kosnya di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Kupang Raya, Telukbetung Utara, Senin (15/6) sekitar pukul 23.00 WIB.

Tersangka Julian Samahan mengungkapkan, dirinya menjadi pengedar narkoba karena usaha bengkel las miliknya yang berada di dekat Kampus IAIN Radin Intan tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu juga, karena sudah kecanduan menggunakan sabu-sabu sehingga ia beralih profesi menjadi pengedar narkoba untuk mendapatkan uang banyak dan bisa pakai sabu-sabu dari uang hasil menjual sabu-sabu.

“Baru satu bulan saya mengedarkan sabu-sabu, kalau pakai sabu sudah lama tapi sempat berhenti lalu pakai lagi. Dapat barangnya dari MI (DPO), satu paket sedang saya beli seharga Rp 1.050.00. Sabu itu dipecah jadi lima paket kecil dan saya jual lagi, ada juga yang saya pakai sendiri karena sudah kecanduan pakai narkoba. Selama satu bulan jual sabu-sabu, keuntungan yang saya dapat sebesar Rp 1,5 juta. Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk beli sabu-sabu lagi,”ungkapnya.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Mantoni Tihang mengatakan, tersangka Julian yang merupakan sebagai pengedar narkoba ditangkap atas informasi masyarakat bahwa ditempat kosnya sering dijadikan tempat untuk transaksi narkoba. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas menggrebek tempat kos tersangka di di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Kupang Raya, Telukbetung Utara, Bandarlampung.

“Dari kamar kos tersangka Julian, disita barang bukti narkoba sebanyak satu gram sabu yang sudah dipecah menjadi lima paket kecil sabu-sabu, lima pack plastik klip dan satu buah timbangan digital yang disimpan di dalam kantong warna coklat,”kata Mantoni kepada wartawan, Rabu (17/6).

Mantoni menuturkan, satu gram sabu-sabu didapat Julian dengan cara membeli seharga Rp 1.050.000 dari seorang Bandar berinisial MI seorang residivis kasus narkoba. Sabu-sabu yang sudah dipecah tersangka Julian menjadi lima paket kecil, rencananya akan dijual kembali. Menurutnya, petugas sempat memburu MI di tempat persembunyiannya, namun MI sudah tidak ada ditempat.

 “Ya kalau dari pengakuannya, baru satu bulan jual narkoba. Namun berdasarkan keterangan yang kami dapat, Julian ini sudah sejak lama mengedarkan narkoba. Selain sebagai pengedar, tersangka juga sebagai pengguna. Untuk MI masih dilakukan pencarian keberadaannya, dan kita tetapkan MI sebagai DPO,” terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara.

Loading...