Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Usai Banjir, Warga Seloretno Bersihkan Sungai Bungur yang Penuh Sampah

Usai Banjir, Warga Seloretno Bersihkan Sungai Bungur yang Penuh Sampah

400
BERBAGI
Warga Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel berjibaku membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran Sungai (Way) Bungur, Rabu (8/1/2020) pagi.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

SIDOMULYO  — Usai banjir, warga Desa Seloretno bergotong royong membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran Sungai (Way) Bungur yang terletak di perbatasan Desa Seloretno dan Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Rabu (8/1/2020) pagi.

Sugai yang menghubungkan antara dua Desa tersebut, dipenuhi banyak jenis sampah sampai berkubik-kubik hingga menutupi permukaan sungai. Akibatnya, air Sungai Bungur meluap merendam pemukiman warga setempat setelah diguyur hujan deras, pada Selasa (7/1/2020) malam.

Selain Desa Seloretno, banjir juga sempat merendam puluhan pemukiman warga lainnya di Kecamatan Sidomulyo, seperti di Desa Sidodadi, Sidorejo dan Sidomulyo yang terendam air setinggi 30-50 Cm atau setinggi lutut orang dewasa.

Pantauan teraslampung.com, sepanjang 100 meter lebih pemadangan permukaan Sungai Bungur tertutup aneka sampah. Sejumlah warga beserta Kepala Desa dan aparatur Desa Seloretno melakukan pembersihan sampah yang menyumbat di aliran sungai tersebut.

Bahkan dilokasi tersebut tampak terlihat, Camat Sidomulyo Rendy Eko Suprayitno beserta para pegawai kecamatan lainnya berada dilokasi membantu warga membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai.

Beberapa warga, terjun ke sungai membersihkan aneka sampah yang menumpuk dengan ala kadarnya. Karena jumlah sampah terlalu banyak hingga berkubik-kubik, masih menyisakan tumpukan sampah meski sudah dikumpulkan dan diangkat oleh warga dari permukaan sungai.

“Kami bersama aparatut desa dan warga gotong-royong membersihkan sampah yang ada di sungai Way Bungur ini,”kata Kepala desa (Kades) Seloretno, Achmad Sobari saat ditemui teraslampung.com disela-sela kegiatan bersih-bersih sungai, Rabu (8/1/2020) pagi.

Aksi bersih-bersih Sungai (Way) Bungur ini, kata Achmad Sobari, merespon kondisi sungai yang dipenuhi sampah mulai dari sampah kayu, bambu, plastik, sampah rumah tangga dan lainnya. Akibatnya sungai jadi tersumbat, dan berdampak banjir yang sempat merendam rumah warga setinggi 30 Cm saat hujan semalam sehingga warga menjadi was-was karena air sungai sempat meluap.

“Semalam saya bersama pamong desa (RT) dan warga turut berjaga-jaga, sembari memantau intensitas air sungai kalau meluap lagi,”ujarnya.

Dikatakannya, banyaknya sampah di aliran sungai, karena tingkat kesadaran masyarakat masih kurang dan masih banyak ditemukan membuang sampah di bantaran sungai. Untuk itu perlu adanya soialisai, agar tidak lagi membuang sampah ke sungai yang dapat menghambat aliran sungai karena tumpukan sampah.

“Untuk sementara ini, langkah pertama yang dilakukan membersihkan sungai. Selanjutnya, menjaga sungai dan mensosialisasikan agar sungai tidak lagi dijadikan tempat membuang sampah,”ungkapnya.

Dia menambahkan, kepada Pemkab Lamsel melaui dinas terkait, agar dapat menormalisasikan sungai sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terlaksana dan memperlancar semuanya.

Sementara Camat Sidomulyo, Rendy Eko Suprayitno mengatakan, belakangan ini intensitas curah hujan sangat deras, sehingga bayak aneka sampah yang hayut terbawa air terutama di sungai. Oleh karena itu, perlunya menanamkan kepda masyarakat agar selalu menjaga kebersihan, jangan membuang sampah sembarangan khususnya di sungai dan tingkatkan rasa gotong royong.

“Di Kecamatan Sidomulyo ini, banyak desa yang memiki bantaran sungai sehingga nantinya akan kami kumpulkan para Kepala Desa (Kades) untuk membahas hal ini,”ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk mencegah kejadian serupa, pihaknya akan segera membahas perlu adanya dibuat Peraturan desa (Perdes) bersama yang mengatur tentang pengelolaan sampah maupun limbah. Artinya, jangan sampai masyarakat membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai.

“Jika nanti sudah Perdesnya, maka ada peraturan dasar desa yang kuat. Kalau hanya sekedar himbauan saja, efeknya kurang mengena. Ada kemungkinan, kami mengambil langkah bersama Kades mengenai pengelolaan sampah dan perlunya ada bank sampah,”jelasnya.

Loading...