Beranda News Kesehatan Usai Banjir, Waspadai Leptospirosis

Usai Banjir, Waspadai Leptospirosis

264
BERBAGI

Bambang Satriaji

JAKARTA, teraslampung.com–Pada musim hujan, terutama pasca banjir, jika Anda mengalami gejala demam sakit kepala, menggigil, lemah, muntah, disertai nyeri otot terutama betis, Anda perlu waspadai. Bisa jadi, Anda terjangkit penyakit leptospirosis.

Leptospirosis adalah penyakit yang menyerang binatang, sebagaimana antraks menyerang sapi dan anjing gila menyerang anjing. Namun, penyakit ini dapat menular pada manusia. Nah, leptospirosis yang menyerang manusia biasanya disebabkan manusia melakukan kontak langsung dengan tikus. Misalnya, saat seseorang membersihkan selolan atau ruangan yang tercemar air kencing binatang yang mengandung bakteri tadi, maka ada peluang penyakit leptospirosis itu menular.

Leptospira dikeluarkan bersama tinja dan air kencing binatang tersebut. Namun demikian, bakteri ini dapat hidup dan bertahan di alam luar, baik di tanah maupun air, sampai beberapa minggu lamanya. Lama bertahan bisa lebih panjang lagi, jika keasaman tanah maupun air serta suhu sekitar sesuai bagi bakteri ini.

Masa inkubasi penyakit ini yakni sejak manusia terinfeksi leptospira sampai timbulnya gejala pertama, umumnya antara 14-19 hari dengan rata-rata 10 hari. Serangannya bersifat mendadak (akut), dimulai dengan kelemahan, demam tinggi, rasa ”takut sinar” atau merasa nyeri bila melihat sinar.

Gejala yang khas pada penyakit ini adalah: pertama, timbulnya rasa nyeri pada otot, terutama otot betis. Apabila dipegang, otot betis terasa nyeri sekali. Biasanya otot pinggung bagian bawah dan otot-otot paha juga terasa nyeri.

Dua, nafsu makan berkurang. Bahkan sebagian penderita tidak ada nafsu makan sama sekali. Penderita merasa mual sampai muntah-muntah hebat, kadang-kadang justru disertai diare.

Tiga, muntah darah. Ini merupakan manifestasi pendarahan juga merupakan tanda khas dari leptospirosis. Biasanya penderita penyakit ini kotorannya akan ada darahnya. Penderita juga bisa mengalami perdarahan di bawah kulit. Sering pula kelihatan pembuluh darah halus yang tampak membayang (injeksi) pada selaput bening mata mupun hulu kerongkongan.

Empat, hati membesar dan disertai gejala serta tanda mirip orang sakit kuning (hepatitis) yaitu selaput lendir serta kulit berwarna kuning. Dalam kondisi tertent, jantung dan ginjal juga bisa terkena. Tidak jarang pula timbul gangguan syaraf yang bermanifestasi sebagai kaku kuduk sampai rasa bingung.

Pencegahan: (1) selalu memakai sarung tangan dan alas kaki saat membersihkan selokan atau ruang yang diyakini ada tikusnya, (2) segeralah membersihkan diri dan lingkungan sekitar setelah terjadi banjir, (3) membersihkan diri, mencuci dan menyabun bagian tubuh yang terkena air banjir atau air selokan sampai bersih.

Sumber: Dr.dr.Anies M.Kes. 2005. Mewaspadai
Penyakit Lingkungan
. Hal 104-108. Jakarta: PT Elex Media Komputindo